Berita

Proses pemadaman api kebakaran kapal tanker MT New Diamond/Net

Dunia

Rusia Kerahkan Dua Kapal Bantuan Untuk Padamkan Kebakaran Kapal Tanker Minyak Di Sri Lanka

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2020 | 17:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah kapal tanker minyak berbendera Panama, MT New Diamond, mengalami kebakaran di lepas pantai timur Sri Lanka dan memuat asap hitam tebal ke langit.

Petugas pemadam kebakaran dari Sri Lanka dan India berkerja sama memadamkan si jago merah yang melahap kapal pembawa 270 ribu ton minyak mentah tersebut.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (3/9), namun hingga Jumat pagi waktu setempat, api masih terlihat menyala. Di mana lokasi tepatnya adalah 70 kilometer dari Sangamankanda Point di selatan Sri Lanka.


Dilaporkan oleh CNN, Angkatan Laut Sri Lanka menyebut, saat ini api belum mencapai tempat penyimpanan minyak di kapal dan berbagai langkah dilakukan untuk mencegah api ke fasilitas tersebut.

"Dilakukan upaya mencegah penyebaran api ke kargo minyak. Belum ada informasi tumpahan minyak yang diterima. Pemadaman terus dilakukan," ujar Kapten Angkatan Laut Sri Lanka, Indika Desilva.

Desilva menjelaskan, api muncul dari ruang mesin dan menyebar ke banyak bagian kapal berusia 20 tahun tersebut.

Selain upaya pemadaman, pihak berwenang juga melakukan pencarian terhadap 23 awak.

Pasalnya, hanya ada 19 awak yang berhasil menyelamatkan diri dengan sekoci dan dijemput kapal. Setelah itu seorang kapten dan dua awak lainnya berhasil meninggalkan kapal.

Situs Marine Traffic menunjukkan, kapal MT New Diamond itu membawa minyak mentah untuk rute Kuwait-India.

Selain pihak Sri Lanka dan India, Rusia juga dilaporkan telah mengirim dua kapalnya ke lokasi untuk membantu pemadaman. Saat ini, kapal-kapal Rusia telah tiba di Pelabuhan Hambantota untuk diisi ulang dan istirahat awak.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya