Berita

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Net

Dunia

Menlu Retno: Wilayah Indonesia Tidak Dapat Dan Tidak Akan Jadi Basis Fasilitas Militer Negara Mana Pun

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2020 | 11:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menanggapi laporan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) bertajuk "Military and Security Development Involving the People's Republic of China 2020".

Di dalam laporan Pentagon tersebut, China mempertimbangkan Indonesia bersama 11 negara lainnya untuk dijadikan markas militernya.

Berbicara dalam konferensi pers virtual pada Jumat (4/9), Retno menegaskan, Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan militer bagi negara mana pun.


"Secara tegas, saya tekankan bahwa sesuai dengan garis dan prinsip politik luar negeri Indonesia, maka wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun," ujarnya.

"Saya ulangi, wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun," sambungnya.

Sebelumnya, Pentagon merilis laporan tahunan setebal 200 halaman tersebut setelah mempresentasikannya ke Kongres.

Di sana, Pentagon menjelaskan, China tengah merencanakan menambah fasilitas logistik militer untuk angkatan laut, udara, dan daratnya.

Selain Indonesia, ada nama Thailand, Singapura, Myanmar, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab (UEA), Kenya, Seychelles, Tanzania, Angola, dan Tajikistan di sana.

Laporan tersebut juga mengklaim, mega proyek China, Belt and Road Initiatives (BRI) dijadikan untuk keuntungan militer guna mendukung dukungan logistik China di Samudra Hindia, Laut Mediterania, dan Samudra Atlantik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya