Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza/Net
Venezuela menegaskan bahwa pemilihan parlemen yang akan dilaksanakan pada 6 Desember mendatang akan berjalan dengan penuh transparan. Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza telah mengirimkan undangan kepada Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.
Surat itu juga memberikan rincian tentang jaminan pemilu yang luas yang disepakati untuk pemilihan parlemen mendatang.
Arreaza, dalam Tweet-nya mengumumkan hal itu dan berharap UE dan PBB dapat menjadi bagian dalam pengawasan pemilihan.
"Saya sampaikan bahwa kemarin kami mengirim surat kepada @antonioguterres dan @JosepBorrellF tentang jaminan pemilu yang luas yang disepakati untuk pemilihan parlemen mendatang, serta kembali mengajak PBB dan Uni Eropa untuk berpartisipasi sebagai pengamat," tulisnya.
"Saya sampaikan bahwa kemarin kami mengirim surat kepada @antonioguterres dan @JosepBorrellF tentang jaminan pemilu yang luas yang disepakati untuk pemilihan parlemen mendatang, serta kembali mengajak PBB dan Uni Eropa untuk berpartisipasi sebagai pengamat," tulisnya.
Partisipasi pengamat internasional merupakan bagian dari jaminan yang ditetapkan oleh otoritas pemilu Venezuela untuk memverifikasi transparansi proses pemungutan suara sekaligus untuk memperbarui
Majelis Nasional (Parlemen unikameral), seperti dikutip dari laman resmi
Kementerian Luar Negeri Venezuela.
Pemilihan parlemen pada 6 Desember mendatang telah menimbulkan penolakan luas di banyak sektor oposisi karena kurangnya jaminan, yang membuat mereka menggambarkan pemilihan ini tidak transparan. Kehadiran pengamat internasional diharapkan bisa menghapus anggapan itu.
Arreaza sendiri telah berulang kali mengecam adanya strategi campur tangan yang diatur oleh Amerika Serikat, didukung oleh pemerintah satelitnya di wilayah tersebut, yang bertujuan untuk menyabotase pemilihan parlemen dan proses dialog politik dengan sektor oposisi.
Arreaza pada hari Selasa lalu telah menolak pernyataan yang dibuat oleh mitranya dari Chile, Andrés Allamand, tentang pengampunan presiden yang diberikan kepada anggota oposisi Venezuela dan pertanyaannya tentang legitimasi pemilihan yang akan datang.
Sebelumnya, pada 12 Agustus lalu, Arreaza mengadakan rapat koordinasi dengan Presiden National Electoral Council (CNE), Indira Alfonzo Aguirre, untuk bertukar pengalaman dalam organisasi dan implementasi internasional untuk program pendampingan pemilu.