Berita

Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza/Net

Dunia

Menlu Jorge Arreaza Pastikan Pemilu Venezuela Berjalan Transparan Dengan Dukungan PBB Dan UE

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2020 | 10:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Venezuela menegaskan bahwa pemilihan parlemen yang akan dilaksanakan pada 6 Desember mendatang akan berjalan dengan penuh transparan. Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza telah mengirimkan undangan kepada Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.
Surat itu juga memberikan rincian tentang jaminan pemilu yang luas yang disepakati untuk pemilihan parlemen mendatang.

Arreaza, dalam Tweet-nya mengumumkan hal itu dan berharap UE dan PBB dapat menjadi bagian dalam pengawasan pemilihan.

"Saya sampaikan bahwa kemarin kami mengirim surat kepada @antonioguterres  dan @JosepBorrellF tentang jaminan pemilu yang luas yang disepakati untuk pemilihan parlemen mendatang, serta kembali mengajak PBB dan Uni Eropa untuk berpartisipasi sebagai pengamat," tulisnya.

"Saya sampaikan bahwa kemarin kami mengirim surat kepada @antonioguterres  dan @JosepBorrellF tentang jaminan pemilu yang luas yang disepakati untuk pemilihan parlemen mendatang, serta kembali mengajak PBB dan Uni Eropa untuk berpartisipasi sebagai pengamat," tulisnya.

Partisipasi pengamat internasional merupakan bagian dari jaminan yang ditetapkan oleh otoritas pemilu Venezuela untuk memverifikasi transparansi proses pemungutan suara sekaligus untuk memperbarui Majelis Nasional (Parlemen unikameral), seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Venezuela.

Pemilihan parlemen pada 6 Desember mendatang telah menimbulkan penolakan luas di banyak sektor oposisi karena kurangnya jaminan, yang membuat mereka menggambarkan pemilihan ini tidak transparan. Kehadiran pengamat internasional diharapkan bisa menghapus anggapan itu.

Arreaza sendiri telah berulang kali mengecam adanya strategi campur tangan yang diatur oleh Amerika Serikat, didukung oleh pemerintah satelitnya di wilayah tersebut, yang bertujuan untuk menyabotase pemilihan parlemen dan proses dialog politik dengan sektor oposisi.

Arreaza pada hari Selasa lalu telah menolak pernyataan yang dibuat oleh mitranya dari Chile, Andrés Allamand, tentang pengampunan presiden yang diberikan kepada anggota oposisi Venezuela dan pertanyaannya tentang legitimasi pemilihan yang akan datang.

Sebelumnya, pada 12 Agustus lalu, Arreaza mengadakan rapat koordinasi dengan Presiden National Electoral Council (CNE), Indira Alfonzo Aguirre, untuk bertukar pengalaman dalam organisasi dan implementasi internasional untuk program pendampingan pemilu.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya