Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Minta Pemilih AS Berikan Dua Suara, Donald Trump Picu Kehebohan

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2020 | 10:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan pernyataannya yang meminta para pemilih di Amerika Serikat (AS) memberikan suara dua kali.

Dalam sebuah wawancara dengan WECT-TV di Wilmington, North Carolina, Trump mendesak para pemilih di sana untuk mencoba memberikan suara dua kali dalam pemilu 3 November mendatang, sekali melalui surat dan lainnya secara langsung.

"Biarkan mereka mengirimkannya dan biarkan mereka memilih," ujar Trump seperti dikutip Reuters.


"Dan jika sistemnya sebaik yang mereka katakan, maka mereka tidak dapat memilih," sambungnya.

Tak ayal berbagai komentar, terutama kritikan menghujani Trump setelah pernyataannya tersebut.

Jaksa Agung Negara Bagian North Carolina, Josh Stein yang merupakan seorang Demokrat mengatakan, Trump berusaha keras mendorong pemilih untuk berlaku curang sehingga pemilu kacau.

"Pastikan Anda memilih, tapi JANGAN memberikan suara dua kali! Saya akan melakukan segala daya upaya saya untuk memastikan keinginan rakyat ditegakkan pada November," ujar Stein dalam akun Twitter-nya.

Mencoba meluruskan, jurubicara Gedung Putih, Kayleigh McEnany pada Kamis (3/9) mengatakan, pernyataan Trump bukan mendorong warga untuk melanggar hukum tetapi untuk melihat sistem pemilihan yang dianggap baik oleh Demokrat.

"Presiden tidak menyarankan siapa pun untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Apa yang dia katakan sangat jelas di sana, untuk memastikan suara Anda ditabulasi dan jika tidak, maka pilih," jelasnya.

Selama ini, Trump telah berulang kali mengkritik sistem pemungutan suara lewat surat. Di mana sistem tersebut saat ini sangat dianjurkan demi mencegah penyebaran virus corona.

Trump mengatakan, sistem pemungutan suara lewat surat akan membuka banyak celah kecurangan.

Sementara itu, memberi suara lebih dari sekali dalam pemilihan adalah ilegal dan di beberapa negara bagian, termasuk North Carolina.

Dalam serangkaian cuitannya pada Kamis, Trump kembali mendesak para pendukungnya untuk memberikan suara dua kali.

"Pada Hari Pemilu, atau Pemungutan Suara Awal, pergilah ke Tempat Pemungutan Suara Anda untuk melihat apakah surat suara Anda telah ditabulasi," cuit Trump.

"Jika sudah, Anda tidak akan akan bisa memilih secara langsung. Jika belum, PILIH," tambahnya.

Pihak Twitter kemudian memberikan peringatan atas cuitan tersebut karena melanggar aturannya tentang integritas sipil dan pemilu. Facebook juga memasang label baru pada unggahan Trump terkait dengan pemungutan suara lewat surat.

Facebook juga mengatakan akan menghapus video Trump yang berisi pernyataan tentang pemungutan suara dua kali, jika orang membagikannya tanpa teks atau konteks apa pun, atau untuk mendukung apa yang dikatakan presiden.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya