Berita

Aksi protes ribuan dokter magang dan residen di Korea Selatan/Net

Dunia

Infeksi Virus Corona Meroket, 16 Ribu Dokter Magang Di Korsel Sepakat Akhiri Mogok Kerja

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2020 | 09:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Belasan ribu dokter di Korea Selatan telah sepakat untuk mengakhiri aksi mogok kerja seiring dengan meningkatnya infeksi virus corona baru.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun pada Jumat (4/9) mengatakan, pemerintah, partai yang berkuasa, dan Asosiasi Medis Korea telah mencapai kompromi setelah melakukan negosiasi panjang pada Kamis (3/9).

Hasilnya, sekitar 16 ribu dokter magang dan residen akan kembali ke tempat kerjanya setelah melakukan mogok sejak 21 Agustus untuk memprotes kebijakan baru pemerintah.


"Saya berharap mereka akan menandatangani kesepakatan hari ini dan para dokter akan segera kembali ke tempat mereka," ujar Chung, seperti dikutip Reuters.

Sementara itu menurut Asosiasi Medis Korea, penandatanganan kesepakatan tidak akan terjadi sampai keputusan final telah diambil.

Selama pandemik Covid-19, dokter magang dan residen adalah tulang punggung layanan perawatan kesehatan di ruang gawat darurat dan unit perawatan intensif. Mereka juga menjadi sukarelawan di stasiun pengujian sementara.

Namun sejak pemerintah mengeluarkan RUU reformasi medis, mereka dibuat geram.

Pasalnya, dalam RUU itu disebutkan, pemerintah akan menambah jumlah dokter, membangun sekolah kedokteran umum, mengizinkan asuransi negara untuk menanggung lebih banyak pengobatan tradisional, dan memperluas telemedicine.

Para dokter menganggap langkah tersebut belum diperlukan saat ini karena Korea Selatan memiliki jumlah dokter yang memadai. Alih-alih, dana tersebut lebih baik dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan para dokter magang dan meningkatkan infrastruktur medis di pedesaan.

Namun pemerintah berdalih, rencana tersebut merupakan jangka panjang untuk menghadapi krisis kesehatan seperti pandemik Covid-19 di masa depan.

Pada hari yang sama dengan pengumuman dari Chung, Kementerian Kesehatan melaporkan 198 kasus baru Covid-19 di Korea Selatan sehingga totalnya menjadi 20.842 dengan 331 kematian.

Dilaporkan Yonhap, seiring meningkatnya infeksi Covid-19 di Korea Selatan, Kementerian Kesehatan telah setuju untuk menghentikan rencana penambahan jumlah mahasiswa kedokteran dan membuka sekolah baru.

Namun kementerian baru akan meninjau kembali masalah dengan industri setelah wabah virus corona telah stabil.

Selain itu, kementerian juga telah mengeluarkan perintah kembali bekerja untuk para dokter dan mengajukan pengaduan polisi terhadap beberapa pemimpin, mengatakan pemogokan itu menyebabkan gangguan di klinik dan memperburuk kekurangan tempat tidur bahkan saat berjuang dengan kebangkitan kasus Covid-19.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya