Berita

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar/Net

Dunia

Menhan Hulusi Akar: Tidak Ingin Mencari Ketegangan, Turki Justru Mencari Hak-haknya Di Mediterania

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2020 | 06:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah meningkatnya ketegangan antara Turki dan Yunani terkait Mediterania Timur, Turki telah mengumumkan mereka bersama Rusia akan mengadakan latihan angkatan laut di wilayah itu. Hal yang kemudian dibantah sebagai ‘memancing’ ketegangan yang lebih tinggi lagi.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada Kamis (3/9) menegaskan, Turki tidak ingin membuka konflik di Mediternia Timur apalagi berpikir untuk meningkatkan ketegangan, melainkan sedang mengejar hak dan kepentingannya di wilayah itu.

"Kami tidak mencari ketegangan atau penindasan," kata Hulusi Akar, seperti dikutip dari TRT, Kamis (3/9). "Kami dengan jelas dan eksplisit mengejar hak dan kepentingan kami dengan keyakinan, pengetahuan, logika, sains, dan hukum. Tidak ada yang bisa mencegah ini."


Akar berbicara selama kunjungan ke pusat operasi udara di Provinsi Eskisehir.
Pemberitahuan navigasi yang dikeluarkan Rabu malam mengatakan latihan gabungan bersama Rusia akan berlangsung 8-22 September dan 17-25 September di daerah Mediterania tempat kapal penelitian seismik Turki beroperasi.

Akar kemudian mengomentari soal keputusan AS yang mencabut embargo senjata di Siprus. Keputusan di tengah memanasnya situasi di Mediterania itu akan dinilainya akan menyebabkan ‘konflik dan kebuntuan’.

“Itu tidak akan membawa perdamaian dan solusi,” kata Akar.
Ketika keputusan itu keluar, Turki telah bereaksi dengan marah dengan mengatakan hal itu bertentangan dengan ‘semangat aliansi’ antara Washington dan Ankara.

Embargo AS, yang diberlakukan pada tahun 1987, dirancang untuk mencegah perlombaan senjata yang akan menghalangi upaya reunifikasi yang difasilitasi PBB untuk Siprus.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya