Berita

Letjen TNI (Purn.) Kiky Syahnakri dalam diskusi virtual Kantor Berita Politik RMOL/RMOL

Nusantara

Sistem Keterwakilan Di MPR Perlu Dikoreksi, Harus Kembali Ke Nilai-nilai Pancasila

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 | 16:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Cara pusat memandang daerah perlu diperbaiki. Salah satunya dengan mengoreksi keterwakilan daerah dan kelompok di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Letjen TNI (Purn.) Kiky Syahnakri mengatakan, pada dasarnya pembentukan MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang berada di atas Presiden dan Wakil Presiden memiliki alasan khusus.

"Kenapa ada MPR? Saya kira founding fathers melihat kemajemukan yang luar biasa. Sehingga Bung Hatta mengatakan, prinsip demokrasi untuk Indonesia adalah keterwakilan, bukan keterpilihan," ujarnya dalam diskusi virtual yang "Mengenang Indonesia, Mengenang Timor Leste" yang digelar oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Kamis (3/9).


Dulu, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Periode 2000-2002 tersebut mengatakan, MPR dirancang sebagai wadah perwakilan daerah dan golongan, selain dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Di Papua misalnya, ada lembaga adat. Lembaga adat itu yang menunjuk perwakilan Papua. Seharusnya biar aja. Misalnya di Kalimantan ada Suku Dayak. Ya biar aja kepala sukunya yang menunjuk perwakilan," paparnya.

Sama halnya dengan golongan seperti kelompok dan asosiasi, di mana perwakilan ditunjuk oleh masing-masing dari mereka, bukan pemerintah pusat.

"Zaman Bung Karno dan Pak Harto kan begitu. Kalau nantinya MPR itu benar-benar keterwakilannya lengkap dan ada utusan kelompoknya masing-masing, saya kira ada lembaga yang menjadi cantolan dari daerah-daerah itu untuk menyampaikan aspirasinya," terang mantan Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana itu.

Kendati begitu, saat ini keterwakilan tersebut kurang efektif lantaran perwakilan lebih banyak merupakan "petugas partai politik". Alhasil, ia mengatakan, keterikatan dengan daerah menjadi minim.

"Maka tidak heran sekarang misalnya yang mewakili Papua itu sekarang bukan orang Papua tapi orang Batak (atau) orang Jawa," ujarnya.

"Bahkan mungkin ada yang belum pernah kesana," imbuhnya.

Dengan melihat situasi tersebut, maka ia berharap, sistem pemerintahan yang ada saat ini dikoreksi dan dikembalikan ke nilai-nilai Pancasila.

Walaupun memang, ada banyak hal yang harus diperbaiki. Seperti halnya aturan penunjukkan perwakilan daerah, di mana dalam UUD 1945 tidak dijelaskan secara menyeluruh.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya