Berita

Pemerintah Taiwan menerbitkan desain paspor baru untuk membedakan dan tidak dinilai mirip dengan paspor China/Net

Dunia

Pengamat China: Sampul Baru Paspor Upaya Taiwan Memenuhi Fantasi

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 | 11:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perubahan desain sampul paspor Taiwan dengan mengecilkan frase “Republik China” menuai kritik tajam dari kalangan ahli di Repulik Rakyat China (RRC).

Perubahan sampul paspor itu dipandang tidak akan berdampak pada “kenyamanan” perjalanan internasional warga Taiwan. Menurut mereka,  itu adalah upaya otoritas Taiwan menghibur diri sendiri.

Wakil Dekan Institut Riset Taiwan di Universitas Xiamen, Zhang Wensheng, mengatakan, pemerintah dan orang-orang dari negara yang mengakui prinsip satu China menganggap penduduk Taiwan sebagai orang China tidak peduli bagaimanapu perubahan pada paspor mereka. Ini kenyataan yang tidak bisa digoyahkan oleh pemerintahan Partai Demokrasi Progresif (Democratic Progressive Party/DPP) di Taiwan.


"DPP hanya memenuhi fantasi Taiwan dengan mengubah sampul paspor," kata Zhang.

Dia menambahkan, langkah Taiwan itu memperburuk ketegangan lintas Selat dan  meningkatkan kemungkinan konflik militer yang tidak menguntungkan penduduk Taiwan.

Pemerintah Taiwan meluncurkan paspor baru pada hari Rabu (3/9). Halaman sampul paspor baru itu didominasi “Taiwan”, sementara  frase “Republik China” diminimalkan sesuaidengan lingkaran konsentris yang membungkus ‘lambang nasional”.

Pihak  DPP mengatakan, perubahan sampul paspor dilakukan agar warga Taiwan tidak disamakan dengan warga RRC.

Retorikanya serupa dengan 17 tahun lalu, ketika otoritas DPP yang dipimpin Chen Shui-bian pada 2003 menambahkan kata “Taiwan” pada sampul paspor.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan, fakta bahwa Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari China tidak akan berubah tidak peduli trik apa pun yang dimainkan DPP.

Pada bulan Juli, badan legislatif Taiwan mengesahkan proposal untuk menekankan kata “Taiwan” daripada “China” pada China Airlines dan paspor.

Pakar China dari China daratan dan Taiwan menganggap langkah tersebut secara politis provokatif, yang mendorong "pemisahan diri Taiwan".

Chang Ya-chung, seorang profesor yang berbasis di Taipei, mengatakan kepada Global Times, bahwa otoritas DPP tidak dapat dan tidak berani mengklaim "kemerdekaan Taiwan secara de jure," dan hanya mempromosikan pemisahan diri melalui berbagai gerakan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya