Berita

Kota Havana, perpanjang lockdown kembali mulai 2 September 2020/Net

Dunia

Covid-19 Bangkit Lagi, Kuba Kembali Tutup Havana

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 | 10:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lonjakan kasus Covid-19 yang terus meningkat memaksa pemerintah Kuba melakukan penguncian kembali Ibu Kota Havana selama 15 hari kedepan.

Penutupan kembali yang telah dimulai pada Selasa (1/9) itu telah menyebabkan toko-toko menutup usaha mereka, jalanan kembali sepi, mengingatkan pada masa awal pandemik di negara itu. Penutupan itu termasuk penerapan kembali aturan jam malam yang berlaku mulai pukul 7 malam hingga 5 pagi, larangan berbelanja di luar lingkungan seseorang dan batasan perjalanan masuk dan keluar kota.

Dengan kembali diberlakukannya pembatasan membuat penduduk Havana mau tidak mau harus membeli persediaan makanan selama mereka tinggal di rumah. Sebuah situasi yang sulit di kota yang sering dilanda berbagai kekurangan tersebut.


“Pekerjaan harian saya tidak memberi saya kesempatan untuk mendapatkan persediaan yang saya butuhkan untuk tinggal  dirumah. Ini sangat sulit,” kata salah seorang penduduk Havana, Julio Odelin, seperti dikutip dari AFP, Rabu (2/9).

Seperti diketahui Kuba telah memenangkan pujian atas keberhasilannya mengendalikan pandemik Covid-19, dengan sistem perawatan kesehatan publiknya yang luas dan dimobilisasi untuk melacak serta mengisolasi warga yang terinfeksi dengan cepat.

Negara dengan 11 juta orang penduduk itu telah melaporkan lebih dari 4.000 kasus dan 95 kematian akibat Covid-19, salah satu tingkat terendah di wilayah tersebut.

Tetapi jumlah kasus yang telah pulih di ibu kota setelah pelonggaran pembatasan pada Juli, kembali meningkat menjadi lusinan kasus per-hari selama sebulan terakhir. Para pejabat kesehatan menyalahkan warga yang gagal menghormati aturan jarak sosial dan tindakan kesehatan lainnya.

Sebagai tanggapan, pemerintah telah menetapkan peraturan kepada siapa pun yang berani melanggar aturan penguncian baru dengan hukuman berat berupa denda sebesar 125 dolar, atau lebih dari tiga kali lipat gaji bulanan rata-rata di negara tersebut.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya