Berita

Netanyahu membahas penerbangan pertama UEA-Israel pada 31 Agustus 2020/Net

Dunia

Upaya Netanyahu Membuka Langit Timur, Arab Saudi Pun Restui Israel Lintasi Wilayah Udaranya

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 | 05:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Arab Saudi telah membuat langkah bersejarah. Setelah mengijinkan pesawat Israel yang membawa delegasi tingkat tinggi dari Amerika Serikat dan Israel melintasi wilayah udaranya menuju Uni Emirat Arab pada Senin (31/8), laporan terbaru menyebutkan bahwa untuk seterusnya Arab Saudi akan tetap mengijinkan hal itu terjadi. 

Pada hari Rabu (2/9), Otoritas Umum Penerbangan Sipil Saudi (GACA) menyatakan bahwa mereka menyetujui permintaan UEA untuk mengizinkan penerbangan ke dan dari Israel melewati Arab Saudi.

Penerbangan pada Senin itu adalah bagian dari proses normalisasi hubungan UEA-Israel. UEA menjadi negara teluk pertama yang mengakui Israel sebagai negara berdaulat.


Arab Saudi sendiri hingga saat ini belum mengakui kedaulatan Israel.
UEA secara resmi telah meminta agar Arab Saudi membuka wilayah udaranya untuk penerbangan UEA-Israel, dengan dukungan dari pemerintahan Trump. Jared Kushner, penasihat senior dan menantu Presiden AS Donald Trump, berada dalam penerbangan hari Senin itu. 

Pada Selasa, Arab Saudi juga mengizinkan penerbangan dari Abu Dhabi, dengan hanya membawa satu delegasi Israel, melewati wilayah udaranya dalam perjalanan ke Tel Aviv.

Sebelumnya, Pemerintah AS telah mencoba membujuk kerajaan Teluk untuk mengizinkan maskapai penerbangan Israel memasuki wilayah udara Saudi, tetapi gagal.

Axios melaporkan bahwa ketika Kushner bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohamed Bin Salman pada hari Selasa untuk membahas masalah tersebut, Arab Saudi pun memberi lampu hijau.

 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan penuh suka cita memposting video ke akun Twitter-nya seraya menulisnya, ‘terobosan luar biasa’. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tanpa menyebut Arab Saudi, mengatakan pesawat Israel dapat terbang langsung ke UEA, menelusuri jalur penerbangan di peta dengan jarinya di atas kerajaan.

Keputusan itu memotong waktu terbang antara negara-negara Timur Tengah hingga beberapa jam.

“Selama bertahun-tahun, saya telah bekerja untuk membuka langit antara Israel dan Timur. Itu adalah berita spektakuler dua setengah tahun lalu ketika Air India mendapat persetujuan untuk terbang langsung ke Israel,” katanya dalam bahasa Ibrani, seperti dikutip dari Axios, Rabu (2/9).

“Sekarang ada terobosan luar biasa lainnya. Pesawat Israel dan pesawat dari semua negara [menghubungkan Israel dan UEA] akan dapat terbang langsung dari Israel ke Abu Dhabi dan Dubai, dan sebaliknya. Akan ada lebih banyak kabar baik yang akan datang,” ujarnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya