Berita

Jelai/Net

Dunia

China Tangguhkan Impor Jelai, Australia Berpotensi Rugi Besar

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 20:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah memburuknya hubungan dengan Australia, China menangguhkan impor jelai dari CBH Group sebuah perusahaan pengekspor biji-bijian terbesar di negara itu pada Selasa (1/9).

Jelai adalah sejenis serealia untuk pakan ternak, penghasil malt, dan sebagai makanan kesehatan. Jelai adalah anggota suku padi-padian dengan nama ilmiah Hordeum vulgare.

Administrasi Umum Kepabeanan (GAC) China mengatakan, pencabutan izin impor itu itu terjadi setelah pihaknya berulang kali menemukan hama karantina dalam produk yang mereka kirimkan.


"Langkah GAC adalah operasi normal dalam menangani sengketa perdagangan, terutama dalam hal ketahanan pangan," kata Li Guoxiang, seorang peneliti di sektor pertanian di Akademi Ilmu Sosial China, seperti dikutip dari GT pada Selasa (1/9).

Namun Li mencatat bahwa penangguhan saat ini juga merupakan tanda memburuknya hubungan antara kedua negara karena mungkin ada cara lain yang lebih lembut seperti pembicaraan untuk menyelesaikan masalah semacam ini, alih-alih mengambil tindakan keras seperti penangguhan.

Sejak April, tindakan dari masing-masing pihak, termasuk langkah China untuk memberlakukan tarif lebih dari 80 persen pada jelai Australia sebagai hasil dari investigasi anti-dumping dan anti-subsidi yang dimulai pada 2018 dan langkah Canberra untuk menentang akuisisi perusahaan susu China Mengniu di Australia secara luas dianggap sebagai tanda meningkatnya eskalasi.

"Biasanya, saat ditemukan hama karantina seperti Avena ludoviciana, kedua pihak bisa menyelesaikan masalah melalui pembicaraan," kata Li.

“Misalnya, importir bisa meminta eksportir untuk menghilangkan OPT sebelum masuk ke pelabuhan melalui mekanisme trade talk. Tapi hubungan bilateral yang memburuk telah merusak suasana dialog. Jadi untuk melindungi kepentingan China, otoritas harus mengambil keputusan seperti itu," lanjutnya.

Menurut data pemerintah Australia, penangguhan tersebut dapat memberikan pukulan bagi ekspor jelai Australia ke China, yang merupakan tujuan sekitar 70 persen dari semua ekspor jelai mereka.

CBH Group adalah koperasi terbesar di Australia dan pemimpin dalam industri biji-bijian negara itu, dengan operasi yang meluas di sepanjang rantai nilai mulai dari penyimpanan biji-bijian, penanganan, dan transportasi, hingga pemasaran dan pemrosesan, demikian menurut situs web perusahaan tersebut.

Sekitar 3.900 bisnis penanaman biji-bijian Australia Barat dimiliki dan dikendalikan oleh CBH Group.

Menurut laporan Citibank, CBH Group mengekspor 950 ribu ton biji-bijian ke China pada bulan April, dan grup tersebut menyumbang 28 persen dari pasar di antara semua eksportir gandum di Australia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya