Berita

Pemerintah Afganistan kembali membebaskan sejumlah tahanan Taliban untuk mendorong dialog damai/Net

Dunia

Pemerintah Afganistan Bebaskan 200 Tahanan Taliban Lagi, Kapan Dialog Damai Dimulai?

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 16:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Afganistan kembali membebaskan hampir 200 tahanan Taliban untuk mempercepat dimulainya negosiasi perdamaian yang sudah lama tertunda.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat senior pemerintah anonim pada Rabu (2/9). Di mana para tahanan yang dibebaskan merupakan bagian dari 400 anggota Taliban "garis keras".

"Kami ingin menyelesaikan pertukaran tahanan sehingga kami dapat memulai proses perdamaian secepat mungkin," ujar pejabat tersebut seperti dikutip Reuters.


Berdasarkan sumber lain, proses pembebasan tahanan tersebut dapat dirampungkan pada Rabu. Proses pembebasan sendiri sudah dimulai pada Senin malam (31/8) dari penjara utama di ibukota Kabul.

Kemudian, pada Selasa (1/9), enam anggota pasukan khusus Afganistan dibebaskan dari tahanan Taliban.

Sebanyak 400 tahanan yang dibebaskan oleh pemerintah Afganistan merupakan sisa dari 5.000 tahanan yang menjadi bagain dari kesepakatan damai pada Februari di Doha antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban.

Pembebasan tersebut merupakan syarat Taliban untuk dimulainya pembicaraan intra-Afghan antara pemerintah dan kelompok pemberontak untuk mengakhiri konflik selama dua dekade.

Kendati begitu, pemerintah Afghanistan dilaporkan enggan membebaskan salah satu dari 400 tahanan Taliban karena dianggap telah terlibat beberapa kejahatan terburuk. Salah satunya ikut andil dalam pemboman truk di dekat Kedutaan Besar Jerman di Kabul pada 2017.

Pemerintah mengatakan, pihaknya akan membebaskan anggota Taliban itu jika kelompok tersebut membebaskan 24 anggota pasukan khusus dan seorang pilot Afganistan terlebih dulu.

Bulan lalu, pemerintah Afganistan sudah membebaskan sekitar 80 dari 400 sisa tahanan. Meski berdasarkan loya jirga, pemerintah harus membebaskan semua tahanan untuk mencapai perdamaian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya