Berita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Net

Dunia

Ridwan Kamil Mengutuk Keras Aksi Pembakaran Al Quran Di Swedia Dan Norwegia

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 13:20 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyayangkan atas kericuhan besar yang terjadi di Swedia dan Norwegia.

Sebab, dalam aksi itu ada oknum yang membakar Al Quran dan juga meludahi kitab suci umat Islam tersebut.

“Menyesalkan dan mengutuk keras terjadinya provokasi pembakaran dan perobekan kitab suci Al Quran di Norwegia dan Swedia,” tulis Emil, sapaan akrabnya, dilansir dari Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (2/9).


Emil menilai, dengan perkembangan jaman dan peradaban masyarakat yang semakin modern, seharusnya dalam menyelesaikan perbedaan-perbedaan pandangan, ideologi dan keyakinan bisa beradab pula.

“Semakin modern peradaban seharusnya semakin beradablah kita dalam menyelesaikan perbedaan-perbedaan pandangan, ideologi dan keyakinan. Bukan sebaliknya,” katanya.

Menurutnya, kitab suci termasuk Al Quran seharusnya dimuliakan dengan dibaca, dipelajari, dan diamalkan.

“ltu pula saya yakini cara pandang penganut agama Iainnya terhadap kitab sucinya,” ujarnya.

Untuk itu, Emil meminta pemerintah Swedia dan Norwegia untuk menyelesaikan isu tersebut dengan baik dan bisa menjaga kondusifitas global.

“Agar dunia ini selalu damai dan situasi geopolitik dunia tidak makin panas. Mari kedepankan dialog dan saling menghormati, jika ingin dihormati,” tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya