Berita

Mantan Presiden Mali yang digulingkan, Ibrahim Boubacar Keita/Net

Dunia

Kesehatan Memburuk Usai Ditahan 10 Hari Oleh Militer, Eks Presiden Mali Dilarikan Ke Rumah Sakit

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 12:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Presiden Mali yang digulingkan, Ibrahim Boubacar Keita dikabarkan dirawat di sebuah klinik swasta setelah kesehatannya menurun akibat ditahan selama 10 hari oleh junta militer.

Dilaporkan oleh AP pada Rabu (2/9), saat ini kondisi Keita belum diketahui dengan jelas. Namun menurut informasi yang beredar, lelaki 75 tersebut akan dipindahkan ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Dari foto-foto yang beredar, mantan presiden Mali tersebut tampak kurus di tengah kekhawatiran kondisinya yang memburuk selama berada dalam tahanan militer di barak Kota Kati.


Keita pertama kali terpilih menjadi presiden Mali pada 2013. Namun dalam masa jabatannya yang kedua, ia dipaksa untuk mengundurkan diri setelah para pemberontak militer menahannya.

Insiden pemberontakan tersebut dimulai pada 18 Agustus. Pemberontak mengatakan mereka telah menangkap Keita dan Perdana Menteri Boubou Cisse. Beberapa jam kemudian, dalam siaran langsung di televisi, Keita mengumumkan pengunduran dirinya dan pembubaran pemerintahan serta parlemen.

Para pemberontak lalu menyerukan transisi politik di Mali dan penyelenggaraan pemilihan umum.

Dalam pernyataan yang dirilis pada 20 Agustus, penyelenggara kudeta mengatakan bahwa presiden yang ditunjuk secara khusus, yang bisa jadi militer atau sipil, akan memerintah Mali selama masa transisi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya