Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Faisal Basri Kurang Lihai Baca Indikator Ekonomi

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 07:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pola pikir ekonom senior Faisal Basri mendapat kritikan tajam dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono. Menurutnya, pernyataan Faisal Basri hanya menciptakan sentimen yang mendegradaso pemerintah.

Padahal di satu sisi pemerintah sedang berjuang penuh dalam menyelamatkan masyarakat dari pandemik Covid-19.

Arief Poyuono menilai pernyataan Faisal yang menyebut pemerintah kurang pemahaman mengenai resesi dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai komandan ekonomi tidak paham mengenai hal itu adalah keliru.


Dalam hal ini, Faisal Basri mengkritik pernyataan Airlangga yang menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2020 yang minus belum tentu resesi.

“Faisal Basri sebagai ekonom kurang lihai membaca indikator ekonomi kayaknya deh ya,” sindir Arief Poyuono kepada redaksi, Rabu (2/9).

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu itu mengurai, jika pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III berada di angka minus (-) 3, maka ekonomi tumbuh bukan resesi. Sebab laju ekonomi bergerak naik dari minus (-) 5,32 persen di kuartal II menjadi minus (-) 3.

“Dengan demikian artinya ada progres yang yang trendnya ekonomi bertumbuh dong,” terangnya.

Di satu sisi, kata Arief, resesi ekonomi terjadi jika indeks nilai prosentase pertumbuhan ekonomi mengalami indeks minus. Nilai itu didasarkan pada indeks minus dari pertumbuhan ekonomi yang nilainya lebih kecil dari kwartal sebelumnya.

“Mungkin jika indeks pertumbuhan ekonomi kwartal II itu minus (-) 5,32 persen dan kemudian indeks minus makin tinggi itu baru disebut resesi,” sambungnya.

Di kuartal III nanti, banyak prediksi menyebut bahwa ekonomi akan tumbuh 2 hingga 4 persen. Artinya ada pertumbuhan ekonomi.

Ini bisa jadi sebuah optimisme bahwa perekonomian kita di era Covid-19 mulai menunjukan harapan untuk bangkit, dengan mulai tumbuhnya, lapangan kerja baru, serta peningkatan belanja pemerintah, konsumsi masyarakat dan meningkatnya angka ekspor

“Jadi sudah benar kata Pak Menko Perekonomian dong. Daripada omongan Faisal Basri sang ekonom itu,” terangnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya