Berita

Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko /Net

Dunia

Curhatan Lukashenko: Negara Ini Dibangun Di Atas Reruntuhan Sebuah Kerajaan, Kami Tidak Ingin Lagi Ada Perpecahan

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 05:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Menangkis anggapan-anggapan buruk terhadap dirinya, Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko mengatakan bahwa apa yang dia pertahankan selama ini bukanlah semata tentang kekuasaan. Ia mengaku membangun Belarus di atas puing-ouing reruntuhan dan ia akan terus menjaganya.

“Ini bukan tentang kekuasaan. Kekuatan yang datang dari luar tidak boleh membelah negara ini menjadi beberapa bagian,” tegas Lukashenko. Berbicara dalam briefingnya pada Selasa (1/9) ia menegaskan tidak ingin Belarus terpecah belah karena ada hasutan dari pihak-pihak tertentu, seperti dikutip dari News Arm yang mengutip laporan resmi BelTA.

Sejumlah pelajar dan mahasiswa nampak berbaris melakukan aksi protes di hari pertama pembukaan sekolah kembali. Mahasiswa dari universitas di ibukota Minsk berbaris di sepanjang Independence Avenue dan berkumpul di Victory Square. Mereka menyatakan aksi protesnya terhadap presiden mereka.


Dalam kunjungannya ke sebuah perguruan tinggi di Belarusia bagian barat itu, Lukashenko mendesak para orang tua yang mengetahui bagaimana sejarah Belarusia di masa lalu, dan mendesak para lansia itu untuk mengisahkan kepada pelajar, mahasiswa dan semua anak-anak muda itu tentang kesulitan yang telah diatasi negara tersebut.

"Mereka (anak-anak muda) tidak melihatnya, sehingga Anda perlu menyampaikan kepada mereka (tentang sejarah negara ini),” katanya.

“Saya hanya mengkhawatirkan satu hal: Saya ingin melindungi sesuatu yang telah kami bangun selama seperempat abad dengan tangan kami sendiri. Kami telah menghidupkan kembali negara dari reruntuhan dan abu," ujarnya.

Jutaan orang mendukungnya dan ia unggul atas pemilihan Belarus dengan perolehan 80,23 persen suara. Kemenangannya itu, menurutnya, membuktikan bahwa rakyat masih mendukunngnya dan menerimanya menjadi pemimpin untuk keenam kalinya, sejak 1994. Kecuali pihak-pihak tertentu yang ingin menyingkirkannya. Ia khawatir jika kekuatan alternatif naik ke tampuk kekuasaan, mereka akan menghancurkan negara dan generasi penerus.

“Itu yang saya khawatirkan. Saya tidak ingin negara saya terpecah belah. Saya membangun negara ini di atas reruntuhan sebuah kerajaan. Saya tidak ingin orang yang jujur dan baik, yang bekerja untuk itu, terpecah. Itu akan menjadi pembantaian. Ini akan jauh lebih buruk daripada yang terjadi di Ukraina,” katanya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya