Berita

Aliansi Masyarakat Perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud Pro Keadilan saat berunjuk rasa di Kemendagri/Net

Politik

Geruduk Kemendagri, Warga Talaud Desak Tito Berhentikan Bupati Elly Lasut

SENIN, 31 AGUSTUS 2020 | 14:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ratusan masyarakat Talaud, Sulawesi Utara menggeruduk Kantor Kementerian Dalam Negeri pada Senin (31/8). Mereka datang untuk menuntut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membatalkan keputusan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Talaud Periode 2019-2024, Elly Engelbert Lasut-Moktar Arunde Parapaga.

Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud Pro Keadilan ini beralasan bahwa Elly Lasut telah menjabat selama tiga periode.

Jurubicara aliansi ini, Mardianto Bungangu menjelaskan bahwa mereka datang untuk mendesak Mendagri Tito melaksanakan perintah putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 548K/TUN/2019 secara utuh, yaitu mencabut Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.71-3241 Tahun 2017, tanggal 2 Juni 2017.


“Aturan yang digunakan pasangan Elly Lasut ini sudah dibatalkan oleh Mahkamah Agung RI dan keputusan pengadilan ini sudah berkekuatan hukum tetap," ujarnya kepada wartawan, Senin (31/8).

Atas alasan itu, mereka mendesak agar Tito Karnavian melaksanakan eksekusi putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia berdasarkan Surat Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor : W2.TUN1.997/HK.06/IV/2020 tanggal 16 April 2020.

Selain itu, Mardianto juga menjelaskan bahwa aliansinya mendesak mantan Kapolri itu memberhentikan pasangan Elly Lasut-Moktar Parapaga sebagai bupati dan wakil bupati. Sebab, keputusan Mendagri yang digunakan keduanya untuk mencalonkan diri telah batal demi hukum.

"Dengan tidak memenuhi syarat pencalonan, maka pasangan bupati dan wakil bupati atas nama Elly Engelbert Lasut dan Moktar Arunde Parapaga adalah cacat hukum karena telah menjabat 3 periode," urainya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya