Berita

Gurubesar Universitas Airlangga (Unair), Henry Subiakto/Net

Politik

Eks Sekjen Partai Demokrat Pertanyakan Mindset Henry Subiakto

MINGGU, 30 AGUSTUS 2020 | 09:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nama Gurubesar Universitas Airlangga (Unair), Henry Subiakto tengah menjadi buah bibir di media sosial.

Namanya mencuat setelah terlibat adu debat dengan filsuf dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin di sebuah stasiun televisi swasta nasional.

Ketiganya berdebat mengenai dana influencer yang digelontorkan pemerintah.


Sementara Henry Subiakto menjadi tenar lantaran sempat menyindir Rocky Gerung bahwa dia adalah profesor sungguhan. Selain itu, Henry juga sempat menyebut salah satu nama pemimpin influencer yang didanai pemerintah.

Sejurus itu akun medsos Henry Subiakto menjadi ramai oleh warganet. Selain membicarakan pernyataan saat di TV, publik juga mempergunjingkan beragam twit yang ditulis Henry.

Teranyar, dia berkicau mengenai serangan buzzer dan cyber army terhadap akun Twitter-nya. Bagi Henry serangan itu memberi pesan bahwa keberadaannya dan apa yang disampaikan sudah menyebar di kalangan buzzer dan berhasil mengusik mereka.

“Serangan-serangan itu wujud dari membela kelompok dan junjungan mereka,” tegasnya, Minggu (30/8).

Pernyataan ini sontak disambar mantan Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. Dia lantas mempertanyakan mindset Henry Subiakto di balik penyebutan kritik adalah serangan.

“Prof, jangan anggap semua kritik adalah serangan. Jika ini yang menjadi mindset anda, berbahaya bagi kita manusia yang berpendidikan,” tekannya.

Hinca meminta Henry untuk introspeksi diri dan tidak reaktif. Sebab sikap reaktif justru akan memancing buzzer kembali menyerang.

“Pilah prof, kritik itu lahir sebab ada pesan/narasi kita yang keliru. Buzzer lahir, karena kritik dibalas benci dan emosi, dan prof memperlihatkan gelagat itu,” tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya