Berita

Rombongan Staf Khusus Presiden saat mengunjungi beberapa kampus di Sumatera Utara/Istimewa

Nusantara

Stafsus Presiden Kunjungi Kampus USU Sosialisasikan TemanKIP

MINGGU, 30 AGUSTUS 2020 | 01:44 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Relawan TemanKIP yang merupakan program kolaborasi antara Staf Khusus Presiden RI Aminuddin Maruf, Kemendikbud RI, dan Kemenag RI terus berupaya memastikan penyaluran KIP-Kuliah dan Bantuan keringanan UKT tepat sasaran.

Kali ini, TemanKIP melakukan kunjungan ke Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Medan (Unimed), dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Sebelumnya, hal yang sama juga dilakukan di Kampus UNP, UIN Imam Bonjol, dan Universitas Andalas untuk wilayah Sumatera Barat.

Koordinator Wilayah TemanKIP zona Sumatera sekaligus P-Asisten Staf Khusus Presiden RI, Ahmad Riduan Hasibuan mengatakan, kehadirannya merupakan upaya memastikan pesan presiden agar tidak ada anak yang tidak berkuliah gara-gara kurangnya biaya pendidikan.


“Pemerintah telah menganggarkan tahun 2020 KIP-Kuliah berjumlah 818.000 penerima baik yang baru dan on going. Skema prioritas yang berhak mendapatkan KIP-Kuliah adalah pemegang KIP-Pelajar atau orang tua pemegang PKH/KKS dan kartu Pra sejahtera lain, atau anggota keluarga pertama yang menempuh pendidikan kuliah (first generation) atau pendapatan orang tua kurang dari 4 juta jika dibagi jumlah keluarga 750.000/orang,” urai Riduan dalam keteranganya, Sabtu (29/8).

Setelah bertemu rektor Universitas Sumatera Utara (USU), TemanKIP melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang diterima langsung Wakil Rektor 1 UINSU Prof Syafaruddin dan didampingi Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Amiruddin Siahaan, dan Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Efi Brata Madya, di Aula Biro Rektorat Lantai 3 UIN SU.

Saat menyambut kedatangan tim Stafsus Presiden RI, Wakil Rektor UINSU menyatakan siap mensukseskan program KIP karena menjadi tanggung jawab bersama sebagai perguruan tinggi penyelenggara.

"Kami melaporkan, kuota KIP-Kuliah yang diberikan kementerian agama kepada UINSU sebayak 410 orang, dan kami sampaikan UINSU akan melakukan verifikasi yang baik agar penrima KIP-Kuliah ini yang paling berhak,” ucap Syafaruddin.

Prof Syafar menyampaikan, kuota 410 orang amatlah kurang bagi UINSU jika dilihat dari jumlah data sebelumnya mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan punya potensi akademik yang baik. Sehingga dia berharap jumlah tersebut dapat diperbanyak di tahun mendatang.

Ahmad Riduan kemudian melanjutkan kunjungan ke Universitas Negeri Medan (Unimed) pada Kamis (27/8). Kedatangannya disambut Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, yang didampingi Guru Besar UNIMED dan sejumlah Wakil Rektor.

Dikatakan Syamsul Gultom, pada 2020, Unimed menerima kuota KIP-Kuliah baru sebanyak 1.040 pada tahap pertama dan 155 pada tahap kedua. Total calon penerima KIP-Kuliah baru 1.196 orang yang akan dibagi dalam tiga jalur yakni SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri.

Selain KIP-Kuliah baru, Unimed juga mendapatkan bantuan keringanan UKT/SPP yang dianggarkan pemerintah sebanyak 2500 orang bagi mahasiswa kurang mampu maupun yang terdampak covid-19. menyatakan dukungan menjadi mitra terbaik #temanKIP agar penyaluran KIP-Kulian dan bantuan keringanan UKT tepat sasaran.

"Kami Unimed siap menjadi garda terdepan berkolaborasi bersama TemanKIP dan Staf Khsusus Presiden mengawal agar KIP-Kuliah dan Bantuan keringanan UKT tepat sasaran. Mohon sampaikan komitmen kami ini ke Stafsus Presiden RI," ujarnya.

Ahmad Riduan pun menyampaikan apresisasi atas kesigapan Unimed dalam mensuskseskan program KIP-Kuliah dan optimis skuad lengkap Unimed dapat menghantarkan Unimed masuk 10 Kampus terbaik se Indonesia.

"Pak Rektor, ini skuad terlengkap dalam penyambutan kami #temanKIP, dan optimis skuad yang lengkap ini serta komitmen yang tinggi akan menghantarkan Unimed menjadi 10 Top kampus terbaik di Indonesia dan bersaing dengan kamus dunia," kata Ahmad Riduan.

Riduan menambahkan, agar kampus bisa memaksimalkan KIP-Kuliah dan bantuan keringanan UKT agar dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan, Jangan sampai ada dana yang tidak terpakai karena aturan teknis yang harusnya bisa dicarikan solusinya.

"Pak rektor, dana itu sudah ada jangan sampai dipulangkan gara gara aturan teknis, carikan solusi solutifnya dan konsultasikan Kapus Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendukbud. Selanjutnya penerima KIP-Kuliah agar ada evaluasi berkala persemester untuk memantau perkembangan akademik anak, sehingga mereka bisa menjadi duta pendidikan Indonesia sebagai kampanye yang miskin juga harus kuliah,” papar Riduan

Setelah kunjungan kampus, P-Asisten Stafsus Presiden juga bertemu PIC Kampus USU, Unimed, UINSU, UISU, dan UMSU serta Kelompok Cipayung Plus di Medan.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya