Berita

Presiden China, Xi Jinping dan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison/Net

Dunia

Imbas Perseteruan Dengan China, Australia Ingin Batalkan Kerja Sama 'Belt And Road Initiatives'

KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 | 10:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Merenggangnya hubungan antara Australia dan China membuat Canberra berusaha membatalkan kerja sama Belt and Road Initiatives (BRI) yang telah disepakati oleh negara bagian Victoria dengan Beijing.

Saat ini, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison tengah mencari kekuatan hukum untuk bisa memveto atau membatalkan perjanjian yang dicapai oleh pemerintah negara bagian dengan pihak asing.

Dilaporkan The Strait Times pada Kamis (27/8), kekuatan hukum tersebut merupakan UU yang akan diperkenalkan oleh pemerintah pada pekan depan.


Hal tersebut pun dikonfirmasi oleh Wakil Perdana Menteri Michael McCormack yang juga mengatakan UU tersebut diharapkan dapat disahkan pada tahun ini.

"Ada diskusi antara perdana menteri dan Victoria mengenai dampak hukum terhadap kesepakatan BRI," ujar McCormack pada Kamis.

"Kami ingin memastikan jika ada pengaturan yang dibuat, itu dilakukan untuk kepentingan nasional," sambungnya.

Tahun lalu, pemerintah negara bagian Victoria sudah menandatangani perjanjian untuk bergabung dalam pembangunan infrastruktur BRI yang merupakan proyek ambisius dari Presiden China, Xi Jinping.

Untuk menghentikan kerja sama tersebut, UU yang dimaksud oleh pemerintahan Morrison akan mencakup hak veto pemerintah federal atas kerja sama di bidang infrastruktur, perdagangan, pariwisata, budaya, kesehatan, hingga pendidikan yang dilakukan oleh negara bagian dengan pihak asing.

Nantinya, menteri luar negeri memiliki wewenang untuk membatalkan perjanjian tersebut. Bukan hanya pemerintah negara bagian, namun juga badan-badan pemerintah daerah dan universitas termasuk dalam UU baru itu.

Selain kerja sama BRI dengan Victoria, China juga diketahui melakukan kerja sama dengan Australia Barat, Australia Selatan, dan Tasmania di berbagai sektor. Setidaknya, ada 130 perjanjian di 30 negara bagian yang terpengaruh dengan UU tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, UU baru itu akan memastikan semua tingkat pemerintahan bertindak secara konsisten  untuk melindungi kepentingan nasional Australia. Namun ia enggan menyebut UU tersebut dibuat untuk menggagalkan kerja sama BRI.

Sementara itu, Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews mengatakan perhatiannya difokuskan bukan pada UU baru tetapi pada memerangi wabah virus korona yang telah membuat kota terbesarnya, Melbourne, kembali terkunci.

"Jika perdana menteri punya waktu untuk melakukan hal-hal ini, maka tidak masalah baginya. Saya tidak, saya secara eksklusif fokus untuk memerangi virus ini," kata Andrews.

Saat ini, oposisi utama pemerintah, Partai Buruh tampak mendukung UU tersebut.

UU baru itu menjadi langkah Morrison untuk menghadapi China yang saat ini bersitegang dengan Australia.

Hubungan kedua negara memburuk sejak Canberra melarang Huawei Technologies bergabung dalam program jaringan 5G-nya. Kemudian situasi memanas setelah Australia menyerukan dibuatnya penyelidikan internasional terkait asal usul virus corona yang membuat China tersinggung.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya