Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping/Net

Dunia

Terlibat Dalam Klaim Laut China Selatan, 24 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam AS

KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 | 08:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak dua lusin perusahaan China masuk ke dalam daftar hitam Amerika Serikat (AS) karena dianggap bertanggung jawab dalam pembangunan pangkalan militer di Laut China Selatan yang disengketakan.

Departemen Perdagangan AS pada Rabu (26/8) mengumumkan, 24 perusahaan tersebut mempunyai peran untuk membangun dan memiliterisasi pulau-pulau buatan China yang "dikutuk secara internasional" di Laut China Selatan.

Mengutip Reuters, beberapa perusahaan yang masuk dalam daftar hitam AS adalah Guangzhou Haige Communications Group, China Communications Construction Co, Beijing Huanjia Telecommunication, Changzhou Guoguang Data Communications, China Electronics Technology Group Corp, dan China Shipbuilding Group.


Selain itu, secara terpisah, Departemen Luar Negeri AS juga mengumumkan pembatasan visa terhadap individu China yang dianggap bertanggung jawab dan terlibat dalam membangun dan memiliterisasi klaim di Laut China Selatan.

Selama ini, AS menuding China telah melakukan militerisasi di Laut China Selatan dan mencoba mengintimidasi negara-negara Asia Tenggara. Washington menyebut Beijing berusaha mengeksploitasi cadangan minyak dan gas di wilayah tersebut.

Bahkan AS tidak segan untuk mengirim kapal perangnya ke Laut China Selatan dengan dalih menjaga kebebasan navigasi di laut internasional.

Jurubicara Kedutaan Besar China di Washington langsung mengutuh tindakan tersebut dan mendesak AS untuk membatalkannya.

"Itu adalah bagian integral dari wilayah China dan sepenuhnya dibenarkan bagi kami untuk membangun fasilitas serta mengerahkan peralatan pertahanan yang diperlukan di sana," ujarnya.

Sementara itu, langkah AS untuk memasukan 24 perusahaan China ke dalam daftar hitam beriringan dengan latihan militer yang sedang dilakukan oleh Beijing di dekat Kepulauan Paracel yang diklaim oleh Vietnam.

Menanggapi latihan militer tersebut, China menyebut AS sudah mengerahkan pesawat pengintai U-2.

Sengketa Laut China Selatan terjadi di antara China dengan negara-negara Asia Tenggara, yaitu Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. China sendiri mengklaim sekitar 80 persen wilayah Laut China Selatan menggunakan sembilan garis putus-putus yang tidak diakui oleh hukum internasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya