Berita

Kellyaanne Conway-George Conway dan putrinya Claudia/Repro

Dahlan Iskan

Keluarga TikTok

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 05:26 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

YANG laki-laki lulus dengan predikat magna cum laude dari Harvard University, Boston. Yang perempuan lulus juga dengan predikat magna cum laude dari Trinity University Washington DC.

Mereka kawin.

Anak mereka, masih remaja, 15 tahun, jadi TikToker.


Mereka punya 4 anak. Yang pertama kembar. Claudia dan George. Cewek dan cowok. Yang cewek itulah yang kini top sebagai TikToker –khusus untuk menyerang Presiden Donald Trump.

Serangan pada Trump itu ampun-ampun: khas remaja, tidak ada takutnya. Sangat brutal, sampai sungkan mengutipkannya di sini.

Padahal ibu Claudia adalah orang penting di Gedung Putih: Kellyanne Conway, 54 tahun. Sang Mama juga dikenal sebagai pembela Trump yang mati-matian. Bahkan sang mama-lah yang menjadi ketua tim kampanye yang berhasil membuat Trump terpilih menjadi presiden pada 2016.

Kellyanne pun tercatat dalam sejarah sebagai konsultan wanita pertama yang berhasil menjadikan seseorang sebagai presiden Amerika. Itu karena Kellyanne berhasil memperbaiki citra Trump di mata wanita.

Kellyanne ini, kemudian meraih doktor ilmu hukum dari George Washington University.

Suaminya, George Conway, lantas juga berhasil meraih gelar doktor ilmu hukum dari Yale University.

Ideal sekali. Sama-sama pintar. Sama-sama ahli hukum. Cantik dan ganteng.

Tapi keduanya berbeda kubu. Kalau sang istri menjadi pejabat penting di Gedung Putih, sang suami menjadi penghancur Gedung Putih.

Sang suami berhenti sebagai aktivis Partai Republik. Ia langsung mendirikan organisasi Lincoln Institute: khusus untuk menyerang Trump. Dengan misi utama jangan sampai Trump terpilih kembali menjadi presiden.

Si anak terjepit di tengah. Terutama Claudia.

Mereka tahu media menjadikan mama-papa mereka bulan-bulanan. Suatu saat Claudia masih bisa mengatakan 'mereka memang beda kubu, tapi mereka adalah suami istri yang hebat. Orang tua yang baik'.

Claudia minta agar media berhenti menghujat mereka yang pro Trump menghujat bapaknya, yang anti Trump menghujat mamanya.

Tapi Claudia akhirnya berubah. Tiba-tiba dia menjadi sangat anti-Trump. Bukan karena ikut bapaknya. Dia ikut pikiran umum remaja Amerika.

Claudia pun sangat aktif di TikTok. Jadi TikToker yang populer.

Ayah maupun ibunya mencoba mengendalikan putri mereka. Tapi malah berontak. Kelihatannya orang tua Claudia sampai menyita ponsel Claudia. Terbukti Claudia sempat menulis: ini adalah TikTok terakhir.

Kita tidak tahu apa yang kemudian terjadi. Yang jelas seminggu kemudian Claudia kelihatan mendapatkan kembali ponselnya. Claudia kembali jadi TikToker.

Minggu lalu sang ayah bikin pengumuman: ia mengundurkan diri dari Lincoln Institute. Bukan berarti mau pindah ke kubu Trump. Ia berhenti demi keluarga dan demi anak-anaknya.

Di hari yang sama, sang istri juga bikin pengumuman: mengundurkan diri dari Gedung Putih. Alasannya pun sama: demi keluarga dan anak-anak.

Sang suami awalnya berkarir di Kementerian Kehakiman. Lantas menjadi jaksa. Ia pernah menangani perkara-perkara penting. Karirnya terus menanjak. Ia termasuk dalam daftar pendek calon pejabat penting di Kementerian Kehakiman.

Tapi George Conway III ini pilih berhenti. Justru pilih jadi aktivis anti-Trump. Ia melihat kejujuran dan keadilan dalam bahaya.

Itu ia lihat jelas dalam proses impeachment terhadap Trump. Biarpun ia anggota Partai Republik, hukum dan kejujuran harus dijunjung tinggi. Bagaimana hukum bisa ditegakkan kalau saksi-saksi penting dilarang bersaksi di parlemen.

Misalnya, bagaimana saksi sepenting John Bolton tidak ngotot untuk bersaksi. Itu berarti ada kebenaran yang disembunyikan.

Sang suami punya orang tua unik. Ayahnya seorang pengusaha kontraktor listrik. Ibunya seorang wanita asal Filipina.

Sang istri, si Kellyanne, keturunan Jerman-Inggris-Irlandia. Dibesarkan di daerah pertanian di New Jersey, antara New York dan Washington DC. Waktu umur 3 tahun orang tua mereka bercerai. Sang anak dibesarkan ibunya lewat penanaman budaya kerja keras.

Di Amerika orang tidak sekadar kerja keras, tapi berbudaya kerja keras. Dan budaya itu ditanamkan sejak kecil.

Dalam kasus Kellyanne budaya kerja keras itu ditanamkan lewat pertanian. Keluarga ini menanam blackberry. Meski remaja wanita, Kellyanne lantas bisa menjadi petani blackberry yang andal. Bahkan dia terpilih sebagai 'Miss Blackberry' di New Jersey. Dia memang cantik.

Setelah lulus universitas, Kellyanne mendirikan usaha di bidang konsultan politik. Sekaligus penyelenggara polling. Kekhususan usahanya adalah: perilaku pemilih wanita.

Setelah menjadi konsultan politikus tingkat lokal dan calon anggota DPR, Kellyanne menjadi konsultan Capres Ted Cruz, lawan Trump di tingkat pendahuluan.

Budaya kerja keras yang  terbentuk di pertanian blackberry terus dia bawa ke lahan politik. Itulah kunci suksesnya.

Waktu Ted Cruz mundur di tengah jalan, mulailah kubu Trump memintanya bergabung.

Sampai kemudian membuat sejarah itu. Semua pejabat tinggi di Gedung Putih harus mempunyai kode rahasia. Kellyanne memilih kata 'berry' sebagai kode rahasianya.

Sebentar lagi 'berry' tidak lagi di Gedung Putih.

Kini semua berlalu.

Suami-istri ini memilih meninggalkan hiruk-pikuk politik.

Kellyanne bisa membayangkan betapa besar lubang yang dia tinggalkan di Gedung Putih. Apalagi Pilpres tinggal 3 bulan lagi.

Tapi Kellyanne tidak memilikirkan lubang itu. Dia hanya tidak mau lagi lihat postingan TikTok Claudia yang kian ganas. Terakhir Claudia mem-posting kata-kata yang menggetarkan hati Kellyanne: perkawinan orang tua saya sudah gagal.

Mulai 1 September nanti Kellyanne akan bersatu kembali dengan suami di rumah saja. Mereka akan mengurus anak-anak saja. Yang semuanya memang sudah mulai meningkat remaja.

"Sampai musim dingin depan pun anak-anak masih harus sekolah dari rumah," ujar Kellyanne. "Anak-anak perlu bimbingan keluarga," tambahnya.

Kalau saja sebuah film, maka temanya adalah: TikTok telah membuat keluarga bersatu kembali.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya