Berita

Pesawat N250/Net

Politik

Walau Sudah Masuk Museum, Semangat Pesawat N250 Tetap Harus Mengangkasa

SELASA, 25 AGUSTUS 2020 | 07:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia telah berhasil melakukan lompatan besar di tahun 1995 lalu, tepatnya saat Pesawat N250 Prototype Aircraft 01 (PA01) Gatotkaca rancangan BJ Habibie sukses mengudara.

Namun kini, setelah 25 tahun, pesawat yang jadi simbol kebangkitan teknologi Indonesia akhirnya berada di tempat peristirahatan terakhirnya yaitu di Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Yogyakarta.
 
Anggota DPD RI Fahira Idris menilai, dimuseumkannya Pesawat N250 harus menjadi cambuk, terutama bagi para pengambil kebijakan bahwa 25 tahun setelah N250 berhasil lepas landas, sudah waktunya bangsa ini kembali menghasilkan berbagai produk teknologi kelas dunia.
 

 
“Walau N250 masuk museum, tetapi semoga semangatnya tetap mengangkasa. Idealnya jika pada 2045 kita ingin menjadi negara maju, lima tahun ke depan ini kita harus sudah berhasil melahirkan produk teknologi tinggi atau kelas dunia selevel Pesawat N250, bukan terbatas di bidang kedirgantaraan saja, tetapi di berbagai bidang,” jelasnya kepada redaksi, Selasa (25/8).

Political will
dari pemerintah untuk memberi dukungan penuh untuk produk teknologi anak bangsa harus ada agar produk baru yang muncul tidak bernasib sama seperti N250.

“Caranya, dengan dijadikan produksi nasional sehingga hasilnya bisa dirasakan tidak hanya untuk rakyat Indonesia tetapi juga dunia,” ujarnya.
 
Menurut Fahira, selama sumber daya bangsa tidak serius ditumpukan kepada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan penciptaan ekosistem riset serta inovasi maka cita-cita menjadi negara maju hanya akan menjadi mimpi.

Oleh karena itu, Indonesia tidak punya pilihan lain, selain melakukan percepatan pembangunan ekonomi berbasis iptek dan inovasi.
 
“Kita ingin ke depan anak-anak Indonesia tidak hanya bisa menyaksikan produk teknologi kita teronggok di museum tetapi dapat merasakan langsung manfaat dari produk teknologi tinggi yang berhasil kita ciptakan. Mewujudkan ini butuh komitmen dan konsistensi atau political will yang tinggi terutama dari Pemerintah,” pungkas senator Jakarta ini.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya