Berita

Dutabesar RI untuk Brunei Darussalam, Sudjatmiko/RMOL

Dunia

Soal Konflik Laut China Selatan, Brunei Punya Cara Diplomasi Sendiri

SENIN, 24 AGUSTUS 2020 | 17:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebagai salah satu negara yang mengklaim wilayah Laut China Selatan atau disebut claimant state, Brunei Darussalam dianggap tidak begitu vokal dalam menghadapi agresifitas China.

Terdapat beberapa faktor yang membuat Brunei tampak tenang dalam menghadapi konflik Laut China Selatan menurut Dutabesar Republik Indonesia untuk Brunei, Sujatmiko.

Sudjatmiko mengatakan, karakteristik masyarakat Brunei tidak sama seperti Filipina dan Vietnam yang frontal di depan publik. Sebaliknya, Brunei seperti Indonesia yang mengedepankan prinsip cinta damai dan persahabatan dengan semua pihak.


"Bukan di Laut China Selatan, Brunei ini kan memang biasa lah low profile di mana-mana ya. Mereka memiliki banyak kesamaan dengan kita. Jadi mungkin diplomasinya agak beda," ujarnya dalam diskusi virtual RMOL World View pada Senin (24/8).

Selain itu, Brunei saat ini juga memiliki kepentingan ekonomi dengan China. Di mana negara tersebut tengah melakukan diversifikasi ekonomi, salah satunya dengan bekerja sama dengan China.

Ekonomi Brunei yang selama ini 95 persen ditopang oleh minyak dan gas mengalami tantangan dengan harga minyak dunia yang turun, ditambah dengan situasi pandemik Covid-19.

"Nah akibatnya juga, hubungan dan kedekatan dengan China makin lama ada peningkatan.

Kendati memiliki kepentingan ekonomi, Sujatmiko mengatakan, Brunei tidak serta merta diam ketika wilayahnya diklaim oleh China.

Pada Juni, Brunei mengeluarkan pernyataan yang cukup tegas atas posisinya di Laut China Selatan. Brunei juga siap untuk melakukan berbagai langkah penyelesaian konflik secepat mungkin.

Bersama ASEAN, Brunei berusaha mempercepat disepakatinya kode etik atau code of conduct (CoC) di Laut China Selatan.

"Tapi yang jelas, Brunei adalah negara yang aman, tidak punya musuh dan memang tidak mencari musuh," jelas Sujatmiko yang sudah bertugas di Bandar Seri Begawan sejak 2018 lalu.

"Jadi ya cool-cool aja lah," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya