Berita

Unjuk rasa anti-Netanyahu di Israel/Net

Dunia

Satu Suara Tolak Netanyahu, Ribuan Warga Israel Penuhi Jalan-jalan Yerusalem

MINGGU, 23 AGUSTUS 2020 | 10:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ribuan warga Israel kembali turun ke jalan pada akhir pekan. Mereka marah dengan kasus korupsi yang menjerat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan buruknya penanganan wabah Covid-19.

Sejumlah massa besar melakukan aksi di Yerusalem, di jalan-jalan di luar kediaman resmi Netanyahu pada Sabtu malam (22/8).

Sembari mengibarkan bendera Israel dan membawa berbagai papan slogan, mereka menyerukan agar lelaki yang kerap dipanggil Bibi tersebut mengundurkan diri.


Dari laporan Reuters, beberapa pengunjuk rasa mengalami bentrokan dengan polisi. Alhasil sedikitnya tujuh orang ditangkap, sementara seorang petugas polisi terluka.

Unjuk rasa untuk menuntut mundur Netanyahu sudah terjadi selama berbulan-bulan, khususnya ketika ia dijerat dengan kasus korupsi yang diperparah dengan kondisi pandemik Covid-19.

Berulang kali, Netanyahu mengaku tidak bersalah atas korupsi hingga penyalahgunaan kekuasaan yang melibatkannya.

Alih-alih, perdana menteri berusia 70 tahun tersebut mengutuk demonstrasi. Ia menuding para pengunjuk rasa telah menginjak-injak demokrasi dan media Israel justru memperpanasnya.

Meski dilanda krisis, menurutnya Israel memiliki ekonomi yang lebih baik daripada banyak negara maju lainnya.

Protes tersebut hanya berselang beberapa hari sebelum tenggat waktu 25 Agustus bagi pemerintah untuk mengeluarkan anggaran negara. Sejak pemerintahan koalisi terbentuk pada Mei, belum ada anggaran yang disepakati yang berbagai perbedaan pendapat.

Sejauh ini, Israel sudah melaporkan 101.933 kasus Covid-19 dengan 1.415 di antaranya meninggal dunia. Akibat pandemik, Israel mengalami resesi dengan angka pengangguran berada di atas 20 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya