Berita

Michael "Mike" Bloomberg/Net

Dunia

Bloomberg: Trump Pengusaha Dan Presiden Yang Buruk, Menghabiskan Lebih Banyak Waktu Untuk Mencuit Daripada Bekerja

JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 | 12:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Walikota New York sekaligus miliarder Michael Bloomberg ikut hadir dalam barisan politisi Partai Demokrat yang mengkritik habis-habisan Presiden Donald Trump.

Melalui pidatonya pada hari terakhir Konvensi Nasional Partai Demokrat, Kamis malam (21/8), Bloomberg membombardir Trump dengan sejumlah pernyataan-pernyataan yang keras.

Sejak awal pidatonya, ia membanding-bandingkan Trump dengan lawannya, Calon Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden. Bloomberg mengatakan, Trump sudah mengecewakan rakyat Amerika secara dahsyat.


"Bagi saya, pemilu adalah tentang manusia. Dan dua orang yang mencalonkan diri sebagai presiden sangat berbeda," ujarnya.

"Satu orang percaya pada fakta, yang satu tidak. Satu orang mendengarkan ahli, yang lain mengira dia tahu segalanya," sambungnya.

Menurut Bloomberg, Biden sudah membuktikan diri menangani krisis dengan baik pada resesi 2008. Sedangkan Trump justru membuat krisis yang diakibatkan oleh pandemik Covid-19 lebih buruk.

Akibat Trump, ia mengatakna, pengangguran di AS mencapai titik tertinggi dalam sejarah. Sementara bisnis-bisnis kecil berjuang hanya untuk bertahan hidup.

"Apakah Anda akan mempekerjakan kembali seseorang yang merugikan perusahaan Anda? Dan keputusan sembrononya membahayakan Anda? Dan ia menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencuit daripada bekerja?" tanya pemilik media Bloomberg tersebut.

"Trump berkata kita harus memilihnya karena dia adalah pengusaha yang hebat. Betulkah?" tanyanya lagi.

"Dia membuat perusahaannya bangkrut enam kali, selalu meninggalkan pelanggan, kontraktor tertipu dan berhenti berbisnis dengannya," ungkap Bloomberg.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya