Berita

Mantan Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita/Net

Dunia

Setelah Ditahan Hingga Didesak Mundur, Mantan Presiden Mali Boubacar Keita 'Ditendang' Ke Senegal

JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 | 08:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ibrahim Boubacar Keita yang baru saja mengundurkan diri sebagai Presiden Mali setelah ditangkap dan ditahan para pemberontak dikabarkan akan dideportasi ke Senegal.

Menurut sumber militer, "pemerintah transisi" yang dipimpin oleh Komite Nasional untuk Keselamatan Rakyat sudah merencanakan deportasi Keita dengan pihak Senegal.

"Ada pembicaraan dengan Senegal tentang deportasi (Keita) (ke Senegal)," ujar sumber tersebut pada Kamis malam (20/8).


Sebelumnya pada hari yang sama, jurubicara Komite Nasional untuk Keselamatan Rakyat, Kolonel Mayor Ismael Wague mengatakan, dewan transisi akan dibentuk di Mali. Dewan tersebut akan dipimpin oleh presiden transisi yang bisa jadi dipilih dari perwira militer atau sipil.

Komite Nasional untuk Keselamatan Rakyat didirikan oleh para pemimpin tentara militer pemberontak setelah melakukan kudeta pada awal pekan ini.

Dimulai pada Selasa (18/8), ketika Keita, Perdana Menteri Boubou Cisse, dan pejabat senior pemerintahan lainnya ditahan di pangkalan militer Kati, dekat ibukota Bamako.

Keita kemudian diminta untuk mengundurkan diri dan membubarkan parlemen melalui pidato singkat yang siaran televisi.

Penahanan Keita dan para pejabat tinggi pemerintah tersebut mengikuti aksi protes atas skandal korupsi dan buruknya keamanan Mali.

Sejumlah negara dan PBB mengutuk aksi penahanan Keita. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pada Selasa menuntut pembebasan segera Keita dan seluruh anggota kabinetnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya