Berita

Kota Depok/Net

Nusantara

Pilkada Depok Butuh Poros Tengah Agar Ada Perubahan

JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 | 08:55 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Rendahnya partisipasi pemilih di Pilkada Depok 2015 harus menjadi perhatian serius untuk Pilkada 2020 mendatang. Pada 2015, partisipasi pemilih hanya berkisar 56,86 persen.

Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi mengatakan bahwa Pilkada Depok kali ini adalah pilkada yang memiliki tantangan cukup berat bagi KPU dan pasangan calon. Selain terjadi di tengah tengah pandemik Covid-19 yang masih menghantui masyarakat, KPU juga harus mempersiapkan jurus jitu agar partisipasi masyarakat dalam memilih cukup tinggi

Selanjutnya, kata Babai, untuk pasangan calon walikota harus betul-betul meyakinkan masyarakat Kota Depok jika mereka benar-benar siap membangun dan menata kota dengan baik.


"Sebab Pak Idris dan Pak Pradi, adalah figur yang di mana masyarakat sudah mengukur kemampuannya dalam mempinpin Kota Depok, jika kedua pasangan calon ini tidak dapat meyakinkan dan menuruhkan program yang baik dan bagus, boleh jadi partisipasi masyarakat akan rendah untuk datang memilih," kata Babai dalam diskusi virtual pilkada yang diselenggarakan oleh Aliansi Pemuda Depok (APD) dalam diskusi virtual, Kamis (20/8).

Dalam agenda yang sama, politisi Partai Golkar Kota Depok, Rudi Setiawan mengatakan Pilkada Depok tahun ini bisa dipastikan petahana melawan petahana. Artinya, tidak ada perubahan yang ditawarkan, kecuali ada poros tengah yang muncul.

"Saya berharap poros tengah ini muncul biar pilkada ini lebih menarik, karena Depok butuh perubahan," ungkapnya.

Tentunya, lanjut Rudi, perubahan tersebut bisa dilakukan dengan calon yang memiliki ide dan gagasan baru bagi pembangunan Kota Depok.

"Saya agak underestimate dengan calon yang ada sekarang karena merupakan bagian dari masa lalu, karena secara pembangunan kota tidak ada perubahan yang signifikan," tegasnya.

Di sisi lain, politisi PDI Perjuangan Kota Depok, Rhuqby Adeana S optimis dengan keputusan partainya yang mencalonkan Pradi-Afifah di Pilkada 9 Desember mendatang. Pasalnya partai tentu punya kalkulasi dan hitungan yang matang dengan keputusan tersebut.

"Kita dari PDI Perjuangan merasa optimis, politik itu bukan hanya hitam dan putih saja. hari ini sudah 15 tahun kekuasaan Partai PKS dan ke depan mereka akan langgeng boleh-boleh saja, Tapi kita tentu mengusung Pradi-Afifah punya hitungan dan kalkulasi sendiri," katanya dalam diskusi virtual tersebut.

Namun kata ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Depok ini, kalau berbicara substansi materi dari perubahan itu sendiri dari apa yang akan dilakukan oleh pasangan Pradi-Afifah, ada 4 poin dasar yang akan dilakukan.

"Kita punya empat poin dasar yang akan pradi-afifah lakukan, yaitu bagaimana berbicara geografisnya, bagaimana bicara kesejahteraan sosialnya, bagaimana bicara budaya dan bagaimana peningkatan ekonomi masyarakat Kota Depok. Kira-kira itu yang mendasar apa yang harus kita bangun melihat evaluasi selama 15 tahun kebelakang," tandasnya.

Sebagai informasi, Pilkada Depok dengan pemungutan suara pada 9 Desember 2020 nanti kemungkinan hanya akan mempertandingkan dua kubu.

Satu adalah kubu PKS, petahana yang telah 15 tahun berkuasa di Depok, dan akan mengusung kembali Mohammad Idris selaku wali kota Depok saat ini didampingi IBH.

Di pihak lawan, kubu Gerindra menempatkan wakil Idris saat ini di pemerintahan, Pradi Supriatna sebagai calon wali kota, didampingi kader perempuan PDI-P, Afifah Alia.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya