Berita

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam/Net

Dunia

Labeli Produknya Dengan 'Buatan China', Hong Kong Adukan AS Ke WTO

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 12:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam mengeluh pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas persyaratan Amerika Serikat (AS) terhadap berbagai produk-produknya.

Beberapa waktu lalu, AS telah mencabut hak istimewa perdagangan Hong Kong dan menyamakan pusat ekonomi Asia tersebut sebagai China. Pemerintah AS bahkan mendesak agar produk-produk yang diekspor ke negeri Paman Sam dari Hong Kong harus diberi label "buatan China" setelah 25 September 2020.

Lam sendiri mengatakan, Hong Kong dan China memiliki keanggotaan yang terpisah dalam WTO sehingga pihaknya akan mengajukan keluhan.


Selain mencabut hak istimewa perdagangan Hong Kong, AS juga menjatuhkan sanksi kepada Lam dan sejumlah pejabat Hong Kong serta China lainnya.

Baik pencabutan hak istimewa dan pemberlakukan sanksi dilakukan AS sebagai respons atas diperkenalkannya UU keamanan nasional Hong Kong oleh Beijing. UU tersebut dianggap telah mereduksi otonomi khusus Hong Kong di bawah kebijakan "satu negara, dua sistem".

"Meskipun ada beberapa ketidaknyamanan dalam urusan pribadi saya, tidak ada yang ingin saya lihat. Kami akan melakukan apa yang benar untuk negara dan Hong Kong," ujar Lam seperti dikutip CNA.

Pemerintah Hong Kong pada awalnya mengecam berbagai keputusan AS tersebut karena dianggap sebagai langkah campur tangan yang terang-terangan dan tercela dalam urusan dalam negeri China.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya