Berita

Michelle Obama/Net

Dunia

Michelle Obama: Donald Trump Adalah Presiden Tanpa Kompas Moral Dan Empati

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 11:03 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Terdengar sedikit emosional, mantan Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Michelle Obama menyebut Presiden Donald Trump tidak layak untuk duduk di kursi kepresidenan.

Pada malam pertama Konvensi Nasional Partai Demokrat yang dimulai pada Senin (17/8), terdengar pidato Michelle penuh emosional. Ia tampak frustasi, cemas, dan tegas.

Meski mengakui tidak menyukai politik, Michelle tampak menyesal karena "membiarkan" Trump memenangkan pemilihan presiden (pilpres) empat tahun lalu. Ia seakan menyesal tidak membantu Hillary Clinton mengalahkannya.


"Donald Trump adalah presiden yang salah untuk negara kita. Dia tidak bisa memenuhi kesempatan tersebut dan memang seperti itu," ujar Michelle dalam video virtualnya, melansir The Independent.

"Pekerjaan presiden berat. Anda (Trump) tidak bisa berpura-pura melewatinya," sambungnya.

Seperti yang disampaikan oleh pembicara lain, Michelle juga menggambarkan betapa suramnya Amerika dibawah pemerintahan Trump.

"Sekarang, anak-anak di negara ini melihat apa yang terjadi ketika kita berhenti membutuhkan empati satu sama lain. Mereka melihat orang-orang berteriak di toko bahan makanan, tidak mau memakai masker," paparnya.

"Mereka melihat orang-orang memanggil polisi karena orang-orang yang mengurus urusan mereka sendiri hanya karena warna kulit mereka. Mereka melihat hak yang hanya menyebutkan orang-orang tertentu," tuturnya.

"Mereka melihat para pemimpin melabeli sesama warga negara sebagai musuh negara sambil memberanikan supremasi kulit putih pembawa obor," sambungnya.

Alhasil, Michelle menganalogikan Trump sebagai seorang presiden tanpa kompas moral atau empati.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya