Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan penggantinya, Benny Gant/Net

Dunia

Di Balik Normalisasi Hubungan Israel-UEA, Ada Benny Gantz Yang Diabaikan Benjamin Netanyahu

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 09:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Buruknya hubungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan koalisinya sekaligus penggantinya, PM Alternatif Benny Gantz tampak bukan isapan jempol semata.

Pasalnya, dilaporkan Sputnik pada Senin (17/8), Netanyahu tampak tidak memberikan informasi mengenai rencana normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) kepada Gantz.

Netanyahu berdalih, ia khawatir Partai Biru dan Putih yang digawangi oleh Gantz akan secara tidak sengaja membocorkan rencana tersebut kepada pers hingga memicu tanggapan Iran.


"Biarkan mereka tahu? Saya telah menangani hal ini selama bertahun-tahun." ujar Netanyahu kepada Israel Hayom.

"Mereka sudah di sini selama dua bulan. Itu adalah perjanjian koalisi, pertahankan kebijaksanaan, untuk mencegah Iran dan lainnya melakukan serangan," sambungnya.

Netanyahu menjelaskan, pernyataan tersebut bukan berarti Partai Biru dan Putih akan membocorkan informasi tersebut kepada Iran secara langsung, melainkan mereka bisa memberikan informasi kepada penasihat dan informasi tersebut dapat tersebar.

Pekan lalu, Israel dan UEA telah mencapai kesepakatan normalisasi hubungan yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS). Dengan begitu, UAE menjadi negara ketiga di Timur Tengah yang melakukan normalisasi dengan Israel, setelah Mesir dan Yordania.

Normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) dianggap menjadi sebuah pencapaian besar bagi Netanyahu yang saat ini citranya buruk karena terjerat skandal korupsi.

Sementara itu, walaupun sudah membentuk pemerintahan koalisi sejak Mei setelah tiga pemilihan gagal berturut-turut, Netanyahu dari Likud dan Gantz tampak belum memiliki kepercayaan satu sama lain.

Pada Senin (17/8), komite keuangan Knesset memutuskan untuk memperpanjang batas waktu anggaran hingga 3 Desember untuk menghindari pemilihan baru di tengah ketidaksepakatan yang memanas mengenai anggaran di antara keduanya.

Keduanya juga memiliki perbedaan pendapat terkait dengan rencana aneksasi Tepi Barat yang seharusnya ditargetkan pada bulan lalu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya