Berita

Rapper Cardi B saat mewawancarai Capres AS Joe Biden secara virtual/Net

Dunia

Wawancarai Joe Biden, Rapper Cardi B: Yang Penting Trump Kalah

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 00:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rapper wanita asal Amerika Serikat Cardi B baru-baru ini mewawancarai calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Wawancara virtual untuk majalah Elle itu dipublikasi awal pekan ini (Senin 17/8). Dalam wawancara tersebut, Cardi B secara blak-blakkan mengatakan bahwa dia menginginkan agar calon petahana, Donald Trump kalah dalam pilpres November mendatang.

Pada awal wawancara tersebut, Biden mengatakan bahwa putrinya, Ashley, adalah penggemar Cardi B. Karena begitu menggemari Cardi B, sampai-sampai Ashley memanggil Biden "Joey B".


"Kita mungkin terkait," guyon Biden.

Dalam wawancara tersebut, bukan hanya Cardi B yang bertanya pada Biden, tapi juga sebaliknya. Pada sebuah titik, capres berusia 77 tahun itu bertanya kepada Cardi B yang berusia 27 tahun soal, apa minat utamanya terkait pemilu 2020.

Cardi B menjawab terang-terangan.

"Saya memiliki daftar lengkap hal-hal yang saya ingin presiden kita berikutnya lakukan untuk kita. Tapi pertama-tama, saya hanya ingin Trump keluar (kalah)," kata Cardi B, seperti dimuat The Guardian.

Selain itu, Cardi B juga mengatakan bahwa dia ingin lebih banyak kejelasan dari pemimpin negara tentang cara menghentikan penyebaran virus corona atau Covid-19, dan deskripsi yang lebih akurat tentang situasi terkait pandemik. Menurutnya, hal itu tidak dia dapatkan dari Trump yang saat ini memimpin.

"Sangat menyedihkan bahwa pandemik harus terjadi sehingga orang dapat membuka mata dan melihat tipe orang yang mereka hadapi," kata Cardi B.

Cardi B agaknya memiliki perhatian khusus mengenai cara Amerika Serikat menangani pandemik Covid-19. Beberapa waktu belakangan, Cardi B diketahui kerap menyuarakan dukungannya untuk "Medicare for All", yakni sebuah kebijakan yang akan memperluas perawatan kesehatan yang dijalankan pemerintah ke semua warga Amerika Serikat.

Biden sendiri tidak menanggapi soal kebijakan tersebut. Namun Biden memiliki versi sendiri soal perawatan kesehatan yang dia bawa dalam kampanye presiden tahun ini. Dia mendorong perluasan akses Medicare dan secara otomatis mendaftarkan jutaan warga Amerika Serikat dalam program asuransi kesehatan pemerintah tanpa biaya bagi mereka.

Dalam wawancara tersebut, Biden menanggapi pernyataan Cardi B soal orang-orang yang berjuang untuk membayar perawatan kesehatan, perawatan anak dan biaya perguruan tinggi.

"Salah satu hal yang saya kagumi tentang Anda adalah bahwa Anda terus berbicara tentang apa yang saya sebut ekuitas: kesopanan, keadilan dan memperlakukan orang dengan menghormati," kata Biden.

Hal lain yang juga dibahas dalam wawancara tersebut adalah mengenai isu rasial di negeri Paman Sam.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya