Berita

Fedrik Adhar Syaripudin/Net

Nusantara

Sebelum Meninggal, Jaksa Fedrik Sempat Curhat ke Teman Kecilnya

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 00:37 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Andrie Samallo, teman kecil Fedrik Adhar Syaripudin di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan merasa kehilangan atas wafatnya sang jaksa pada Senin (17/8/2020).

Fedrik Adhar Syaripuddin, jaksa pada Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yang sempat menjadi jaksa penuntut umum kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, meninggal dunia diduga karena penyakit yang dideritanya selama ini yakni lambung kronis.

Menurut Andrie, sosok almarhum tergolong tertutup. Namun, pada Jumat lalu (7/8), almarhum yang sedang pulang kampung ke Baturaja, sempat sedikit berkeluh kesah kepada dia dan ayahnya.


Itu terjadi tatkala almarhum membesuk ayah Andrie yang dirawat di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja. Kepada ayahnya Andrie, dia (almarhum) bilang sedang ada masalah.

“Dia bilang dirinya sedang banyak dibully di medsos. Netizen menyinggung masalah kerjaannya. Ya begitulah, dia bilang kepada ayah saya bahwa dirinya sedang tren,” ulas Andrie kepada Kantor Berita RMOLSumsel Senin (17/8).

Waktu itu, Andrie menduga bahwa almarhum memang sedang shock dengan masalah yang dihadapinya itu.

“Ya mungkin dia pendam sendiri masalahnya. Sehingga mungkin sakitnya itu jadi kumat. Kita doakan almarhum semoga mendapat tempat yang layak di sisi-Nya,” katanya.

Dikatakan Andrie, almarhum dikabarkan mengidap lambung kronis. Ihwal ini ia dapat dari sopir pribadi almarhum.

Kata Andrie, sopir almarhum yang ia hubungi memang sedang diliburkan, sehingga ia pulang ke Garut. Sore tadi baru tiba di Jakarta, namun ia masih harus isolasi mandiri dulu.

“Memang yang sedikit saya tahu, almarhum sering berobat kalau lambungnya kumat. Biasanya ia ke rumah sakit, terus suntik dan pulang kalau sudah enakan. Dak ada penyakit aneh-aneh lain,” jelasnya.

Dikatakan Andrie, berdasar informasi yang ia dapat lagi, bahwa sebelum meninggal dunia almarhum sempat masuk rumah sakit, Rabu malam lalu.

“Dan siang tadi sekitar pukul 10 atau 11 sebelum dzuhur, almarhum meninggal dunia,” katanya.

Dikatakan Andrie, almarhum telah dimakamkan di TPU Tangerang Serpong, sore tadi. Di mana proses pemakaman selesai sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebagai teman kecilnya, Andrie mengaku cukup dekat almarhum, kendati sudah sekitar 20 tahunan mereka tidak bertemu.

“Kami berteman sejak TK sampai kelas IV SD, karena waktu itu ayah saya pindah tugas,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya