Berita

Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash/Net

Dunia

UEA: Normalisasi Hubungan Dengan Israel Adalah Keputusan Berdaulat, Tidak Ditujukan Pada Iran

SENIN, 17 AGUSTUS 2020 | 15:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kritikan tajam Iran terhadap keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel telah memantik kekesalan Abu Dhabi.

Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash pada Senin (17/8) menegaskan, menormalisasi hubungan dengan Israel adalah keputusan berdaulat dari negaranya dan tidak ditujukan pada Iran.

"Perjanjian perdamaian UEA-Israel adalah keputusan berdaulat yang tidak ditujukan pada Iran. Kami mengatakan ini dan mengulanginya. Kami tidak menerima campur tangan dalam keputusan kami," ujar Gargash melalui akun Twitter-nya, seperti dikutip Reuters.


Sebelum menyampaikan pernyataan tersebut, UEA pada Minggu (16/8) juga telah memanggil kuasa hukum Iran di Abu Dhabi terkait dengan pidato yang disampaikan oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani pada Sabtu (15/8).

Berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi, Rouhani mengatakan keputusan UEA untuk menormalisasi hubungan dengan Israel adalah sebagai sebuah kesalahan besar. Ia juga menyebut UEA telah berkhianat.

“Anda (UEA) mengkhianati negara Anda, rakyat Anda, Muslim dan dunia Arab? Mereka (UEA) sebaiknya berhati-hati. Mereka telah melakukan kesalahan besar, tindakan pengkhianatan. Kami berharap mereka akan menyadari dan meninggalkan jalan yang salah ini," ujar Rouhani pada saat itu.

Sekretaris Jenderal Kerjasama Teluk yang beranggotakan enam orang juga telah mengutuk "ancaman" yang diberikan oleh Iran kepada UEA atas kesepakatan tersebut.

Kesepakatan damai dan normalisasi hubungan antara UEA dan Israel sendiri dilakukan dengan ditengahi oleh Amerika Serikat (AS). Bahkan pada Kamis (6/8), Presiden Donald Trump lah yang mengumumkan kesepakatan tersebut.

Di dalam kesepakatan, Israel berjanji untuk menunda rencana aneksasi Tepi Barat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya