Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Gencar Cari Dukungan, Israel Targetkan Normalisasi Hubungan Dengan Tiga Negara Arab Ini

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 10:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel sedang gencar mendapatkan dukungan dari negara-negara Arab yang selama ini dikenal sebagai pendukung terkuat bagi Palestina. Terbaru, Israel sudah melakukan normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA).

UEA merupakan negara ketiga yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Sebelumnya, Israel sudah membangun hubungan diplomatik dengan Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Sebuah laporan media Israel, Kan pada Jumat (14/8), yang mengutip pejabat Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan namanya mengungkap, Maroko bisa menjadi salah satu negara Arab selanjutnya yang menjadi target Israel melakukan normalisasi.


Pejabat tersebut mengatakan, Maroko dipandang sebagai kandidat yang paling mungkin karena memiliki hubungan pariwisata dan perdagangan dengan Israel.

Menurut laporan Kan yang dikutip Anadolu Agency, pembangunan hubungan diplomatik dengan Israel juga bisa menguntungkan hubungan Maroko dan AS.

Sebagai imbalan atas langkah tersebut, Rabat akan meminta pengakuan AS atas kedaulatan Maroko atas wilayah sengketa Sahara Barat.

Selain itu, Maroko juga telah menjaga hubungan intelijen dengan Israel. Di mana pemimpin Israel kerap mengunjungi negara di Afrika Utara tersebut.

"Bahrain dan Oman juga disorot sebagai negara yang bisa mengikuti langkah UEA dalam membangun hubungan dengan Israel. Kedua negara Teluk tersebut memuji keputusan Yerusalem dan Abu Dhabi untuk secara resmi menjalin hubungan," tambah laporan tersebut.

Normalisasi hubungan antara Israel dan UEA dilakukan pada Kamis sore (13/8) dalam pernyataan bersama yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Setelah pengumuman, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel telah memasuki era baru dengan akan melakukan kesepakatan bersama negara-negara Arab lainnya.

Dengan normalisasi hubungan dengan UEA, Israel setuju untuk menunda rencana aneksasi Tepi Barat untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Alih-alih, Israel akan fokus pada pengakuan kedaulatan dari negara-negara Arab.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya