Berita

Webinar Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD)/Repro

Bisnis

Sektor Swasta Perlu Berkontribusi Dalam Perubahan Iklim Di Tengah Pandemik Covid-19

JUMAT, 14 AGUSTUS 2020 | 00:57 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Sektor swasta diharapkan dapat berkontribusi lebih masif dalam mengatasi dampak perubahan iklim serta mencapai ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan di tengah pandemik virus Covid-19.

Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah saat ini melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 29 persen.

"Kita semua dapat berkontribusi dari hal yang paling kecil dengan mengubah pola perilaku yang lebih ramah lingkungan demi warisan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang,” ungkap Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Sugadirman dalam webinar Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) yang menggandeng KLHK serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kamis (13/8).


IBCSD sendiri dengan jejaring di level global, tengah mendorong perusahaan anggotanya dan sektor swasta untuk melindungi, memulihkan, dan menggunakan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Di kesempatan yang sama, Indonesia Country Representative GGGI Indonesia, Marcel Silvius menekankan pentingnya perencanaan pertumbuhan hijau pasca pandemik.

“Saat ini sangat penting bagi Indonesia untuk mempertimbangkan manfaat dari pembangunan ekonomi hijau dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh,” kata Marcel.

Marcel Silvius pun memberi contoh investasi pada energi terbarukan yang akan menyediakan setidaknya dua kali lebih banyak lowongan kerja, dan dengan kualitas lebih tinggi, daripada investasi pada bahan bakar fosil.

“Melalui kerja sama erat kami dengan Bappenas dan KLHK serta mitra pemerintah lainnya di tingkat nasional dan provinsi, GGGI terus mendukung pemerintah mewujudkan jalur pemulihan pertumbuhan hijau dan pembangunan rendah karbon,” tambah Marcel Silvius.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya