Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat bertemu mendiang Walikota Seoul, Park Woon Soon, beberapa waktu lalu/Istimewa

Nusantara

Cerita Anies Baswedan Soal Jasa Walikota Seoul Dalam Penanganan Covid-19 Di Jakarta

KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 11:55 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keterbatasan alat pengetesan Covid-19 yang ada di dalam negeri tak membuat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyerah dan berpangku tangan.

Sebaliknya, orang nomor satu di Jakarta itu justru memilih untuk mengupayakan segala macam cara untuk bisa meningkatkan kapasitas tes.

Salah satunya adalah dengan mengirimkan surat kepada pemimpin di delapan kota maju di dunia untuk meminjam alat RT-PCR selama masa pandemik corona.


"Semua merespons cepat. Mayoritas menjawab bahwa mereka juga sedang mengalami masalah yang sama," beber Anies melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (13/8).

Meski begitu beberapa kota merespons positif dan siap membantu. Salah satunya, yang menurut Anies unik, adalah respons Walikota Seoul, Park Won Soon.

Anies bercerita, Park Won Soon adalah seorang sahabat baik. Bahkan dirinya mengaku sering berinteraksi dalam berbagai kesempatan.

"Walikota Park mengirim pesan bahwa lebih mudah untuk menghibahkan RT-PCR daripada meminjamkan. Jadi alat milik mereka yang masih baru itu dihibahkan untuk DKI Jakarta," papar Anies.

Singkat cerita, akhirnya mesin RT-PCR yang mampu memproses hingga 900 sampel per hari itu diterima Pemprov DKI Jakarta yang dikirim langsung dari Seoul dan diantarkan oleh Dubes Korea Selatan ke Balaikota.

Sebagai ucapan terimakasih Anies memberikan sepucuk surat dan selembar kain batik betawi untuk Walikota Park yang dititipkan melalui Dubes Korsel.

"Surat itu telah sampai pada Walikota Park, tapi batik Betawi itu belum sempat dipakainya karena beliau ditemukan wafat tiga minggu kemudian," tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengenang bahwa
Walikota Park merupakan sosok yang berjasa dalam membantu Jakarta. Meski telah berpulang, budi baik dan persahabatan tetap dirasakan Anies hingga sekarang.

Dirinya pun menyebut, dalam ribuan tes yang dilakukan di Jakarta, ada jejak jasa Walikota Park dan persahabatan dua kota.

Interaksi yang selama ini dibangun di tataran global itu telah mengantarkan pada persahabatan dan jejaring internasional. Hal ini sejalan dengan pesan konstitusional negara Indonesia yakni, “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”

"Dan dalam situasi krisis seperti saat pandemik ini, pertemanan dan persahabatan itu menemukan pembuktiannya. Itulah yang kita semua ikut rasakan," tutup Anies Baswedan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya