Berita

Mantan Staf Kantor Staf Presiden (KSP) Bambang Beathor Suryadi/Net

Politik

Beathor Suryadi: Beda 2014, Peran Relawan Terasa Hambar Di Pilpres 2019

RABU, 12 AGUSTUS 2020 | 08:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kekecewan para relawan Joko Widodo atas kebijakan penentuan komisaris dan direksi yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir sebenarnya terjadi karena kekurangpahaman mereka akan perbedaan situasi dalam pilpres di 2014 dan 2019.

Mantan Staf Kantor Staf Presiden (KSP) Bambang Beathor Suryadi mengurai, di Pilpres 2014 sistem pemilihan legislatif dan presiden digelar terpisah. Sehinggga peran dari relawan tampak terasa di gelaran pilpres.

“Jokowi kemudian akomodir mereka via Rini Soemarno (mantan Menteri BUMN) dan menjegal kader partai,” terangnya kepada redaksi, Rabu (12/8).


Sementara di Pilpres 2019, pileg dan pilpres digelar secara serentak. Peran dari relawan pun terasa hambar atau tidak terasa sekalipun mereka juga ikut bekerja keras dalam pemenangan.

Peran mereka tertutup oleh geliat dari semua kader partai pendukung yang tampak lebih dominan. Sebab, kader partai bergerak serentak untuk memenangkan caleg dan capres yang diusung hingga ke desa-desa.

“Kini, via Erick Thohir semua mereka (relawan) dikeluarkan tentu atas perintah Jokowi sebagai tujuan penghematan dan produktivitas BUMN,” demikian mantan Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) itu.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya