Berita

Terminal Kontainer Kwai Tsing di Hong Kong/Net

Dunia

Mulai September, Barang Ekspor Hong Kong Ke AS Akan Diberi Label 'Made In China"

RABU, 12 AGUSTUS 2020 | 01:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hubungan Amerikas Serikat dan China semakin jauh dari kata mesra, terlebih jika bersinggungan soal isu Hong Kong.

Pekan ini, Amerika Serikat memerintahkan bahwa barang-barang yang diimpor dari Hong Kong ke Amerika Serikat harus diberi label "Made in China".

Melansir Russia Today, dalam pemberitahuan yang diterbitkan di situs web pemerintah pada hari Selasa (11/8), Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat mengatakan bahwa produk yang dibuat di Hong Kong dan dikirim ke Amerika Serikat harus ditandai dengan benar untuk menunjukkan bahwa asal mereka adalah China.


Aturan tersebut akan diterapkan untuk barang yang masuk atau ditarik dari gudang setelah tanggal 25 September mendatang.

Tidak main-main, impor yang tidak memiliki label yang diminta setelah tanggal tersebut akan dikenakan bea tambahan sebesar 10 persen

Keputusan itu diambil oleh otoritas Amerika Serikat setelah Hong Kong tidak lagi diperlakukan oleh Amerika Serikat sebagai sebuah wilayah otonom dari China. Hal itu dikarenakan China baru-baru ini meloloskan Undang-Undang Keamanan Nasional yang baru dan kontroversial.

Setelah undang-undang tersebut berlaku, Presiden Amerika Serikat Donald Trump lekas mencabut status khusus bekas koloni Inggris itu. Dengan demikian, maka Hong Kong kehilangan posisi istimewanya dalam berbisnis dengan Amerika Serikat.

Dengan demikian, maka eksportir Hong Kong akan dikenakan bea yang sama seperti yang dikenakan pada eksportir China daratan di tengah perselisihan perdagangan Amerika Serikat dan China.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya