Berita

Rusia kebanjiran pesanan usai mengumumkan vaksin Covid-19 pertama di dunia/RT

Dunia

Rusia Kebanjiran Pesanan Dari 20 Negara Setelah Umumkan Vaksin Covid-19 Pertama Di Dunia

RABU, 12 AGUSTUS 2020 | 00:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia kebanjiran pesanan dari 20 negara setelah mengumumkan vaksin pertama virus corona atau Covid-19 (Selasa, 11/8).

Vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia itu diberi nama "Sputnik V". Vaksin tersebut telah mendapat lampu hijau dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan dan saat ini sedang masuk ke tahap pendaftaran.

CEO Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev menjelaskan bahwa sebanyak 20 negara dari kawasan Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia telah meminta dosis vaksin virus corona buatan Rusia tersebut dengan total satu miliar dosis.


"Bersama mitra luar negeri, kami siap memproduksi lebih dari 500 juta dosis vaksin per tahun," jelas Dmitriev, seperti dilansir Russia Today.

Dia menjelaskan bahwa semua vaksin yang diproduksi di Rusia akan digunakan di dalam negeri. Sedangkan dosis vaksin yang digunakan untuk negara lain akan dibuat di luar negeri.

Dmitriev menambahkan, RDIF saat ini juga sedang mengerjakan program bantuan kemanusiaan untuk negara berkembang, dengan tujuan menyediakan vaksin Covid-19 di negara-negara yang tidak mampu membuat atau membeli sendiri.

Menurutnya, orang di seluruh dunia harus memiliki akses yang sama ke vaksin, terlepas dari situasi keuangan mereka

Sebelumnya Putin mengumumkan bahwa negara tersebut telah mendaftarkan vaksin Covid-19 pertama di dunia. Vaksin Sputnik V tersebut akan segera diproduksi massal, dan akan tersedia untuk masyarakat umum mulai Januari 2021.

Akan tetapi, meskipun telah terdaftar, vaksin tersebut masih akan melalui uji klinis lebih lanjut di Rusia dan Timur Tengah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya