Berita

Koordinator Perkumpulan Kader Bangsa yang juga penggagas Gerakan Anak Muda Punya Usaha (AMPUH) Dimas Oky Nugroho saat mengunjungi komunitas petani anak muda, Citra Muda Sayur Organik Merbabu/Net

Nusantara

Tetap Hidup Di Masa Pandemik, Anak Muda Harus Berani Berwirausaha Di Sektor Pertanian

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 22:09 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Generasi muda tidak perlu malu untuk bertani. Bahkan, di masa pandemik Covid-19 saat ini sektor pertanian adalah bagian yang harus terus bergerak.

Begitu dikatakan Koordinator Perkumpulan Kader Bangsa yang juga penggagas Gerakan Anak Muda Punya Usaha (AMPUH) Dimas Oky Nugroho saat mengunjungi komunitas petani anak muda, Citra Muda Sayur Organik Merbabu yang terletak di Kopeng, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/8).

Dalam kunjungannya Dimas menemui Duta Petani Milenial Indonesia, Shofyan Adi Cahyano, yang juga Founder Sayur Organik Merbabu (SOM).


Dalam pertemuan dengan komunitas petani anak muda tersebut, Dimas menyatakan sektor pertanian adalah salah satu sektor yang tidak terkena dampak pandemik Covid-19. Sebab, pangan merupakan kebutuhan primer.

"Setiap waktu sektor pertanian akan terus hidup, tidak terkecuali di masa pandemik. Era digital dengan berbagai platform dan inovasinya semakin memungkinkan penjualan dan kontak langsung antara petani dengan pembeli," kata Dimas dalam keterangannya.
 
"Terbukti tingkat permintaan yang tinggi justru di masa pandemik. Kesempatan untuk petani lebih sejahtera menjadi terbuka dan itu saya saksikan pada komunitas petani muda Merbabu ini," katanya menambahkan.

Dimas mengakui, profesi petani memang bukan sebuah profesi yang populer, terutama di kalangan anak muda. Namun jika merujuk rilis BPS terkait pertumbuhan ekonomi kuartal II, justru sektor pertanian memiliki potensi dan bertahan di masa ekonomi yang sulit akibat pandemi.

Dimas memuji semangat dan kiprah para petani milenial pimpinan Shofyan Adi Cahyono yang memanfaatkan akses media sosial dalam promosi dan distribusi hasil produksi tani kepada konsumen.

"Bertani harus menjadi pilihan utama anak dalam berwirausaha. Apalagi Indonesia adalah negara agraris. Potensi pertanian ini sangat besar. Bukan hanya untuk tujuan nasional kemandirian pangan saja, tapi secara bisnis juga sangat berpotensi tinggi," jelasnya.

"Ini saatnya berwirausaha di sektor pertanian. Terbukti Mas Shofyan yang berusia 24 tahun ini punya omset per bulannya minimal Rp 300 juta rupiah dengan berjualan tanaman organik," sambungnya.

Shofyan Adi Cahyano pimpinan komunitas Sayur Organik Merbabu mengharapkan semakin banyak anak muda untuk terjun di bisnis pertanian.

“Jangan malu menjadi petani. Justru peluangnya besar. Alhamdulillah saya berkesempatan telah bertemu dengan sejumlah petani sukses anak muda dari sejumlah negara. Kita dapat mencontoh mereka," katanya.

Shofyan berharap pemerintah dapat menyiapkan kebijakan, akses modal seperti KUR, atau menyediakan pelatihan yang bermanfaat untuk mendorong perkembangan di bidang pertanian.

"Pemerintah juga sebaiknya dapat mencontoh kesuksesan negara-negara yang mampu menghidupkan industri pertanian mereka. Petani sejahtera, ketahanan pangan dapat diwujudkan, tenaga kerja terbuka, ekonomi jalan," ujarnya.

Kelompok Tani Citra Muda Sayur Organik Merbabu didirikan oleh 30 anak muda berusia sekitar 18 sampai 30 tahun.

Didirikan sejak 2015, Shofyan berhasil mengembangkan ekonomi pertanian di lingkungannya dan menjualnya ke berbagai kota. Secara khusus menggunakan metode platform digital dan media sosial.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya