Berita

Dutabesar Kolombia Untuk Indonesia, Juan Camilo Valenca Gonzales dalam RMOL World View/RMOL

Dunia

Mengintip Strategi Jitu Kolombia Tangani Pandemik Covid-19

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 | 22:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pandemik virus corona atau Covid-19 yang saat ini masih menjadi momok menakutkan di dunia, memaksa setiap negara untuk berpikir keras untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat demi meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Hal itu juga dilakukan oleh Kolombia. Negara ini bahkan mengambil sejumlah langkah agresif untuk menekan penyebaran virus corona sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan.

"Sejak awal pandemik, pemerintah kami telah menguji sebanyak 1.650.000 orang dan saat ini, kami melakukan sekitar 37 ribu tes PCR setiap hari," jelas Dutabesar Kolombia untuk Indonesia Juan Camilo Valencia Gonzalez dalam RMOL World View bertajuk "Indonesia-Kolombia: 40 Tahun Yang Manis Di Tengah Covid-19 Yang Miris" yang digelar pada Senin (10/8).


Bukan hanya itu, langkah agresif lainnya yang diambil oleh pemerintah Kolombia untuk menekan dampak dari pandemik Covid-19 adalah dengan melakukan kuncian nasional, alias lockdown.

"Presiden Kolombia Ivan Duque juga memulai penguncian alias lockdown sejak masa awal pandemik, tepatnya pada bulan Maret lalu," sambungnya.

Langkah agresif tersebut terbukti ampuh membantu menjaga tingkat infeksi Kolombia tetap rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangganya di kawasan Amerika Latin.

Sebagai gambaran, tingkat penularan Covid-19 di Kolombia adalah sekitar 6.249 kasus per satu juta penduduk. Angka itu relatif rendah bila dibandingkan dengan Brasil dengan 12.869 kasus per satu juta penduduk, Peru dengan 13.024 kasus per satu juta penduduk, Panama dengan 15.657 kasus per satu juta penduduk dan Chile dengan 18.883 kasus per satu juta penduduk.

Indikator penting lainnya adalah yang terkait dengan kematian per satu juta penduduk. Kolombia mencatat ada sekitar 210 kasus kematian akibat Covid-19 per satu juta penduduk. Angka itu lebih rendah di banding sejumlah negara di kawasan Amerika Latin lainnya, seperti Ekuador dengan 325 kasus per satu juta penduduk, Panama dengan 371 kasus per satu juta penduduk, Brasil dengan 443 kasus per satu juta penduduk dan Chile dengan 503 kasus per satu juta penduduk.

"Menurut analisis para ahli sektoral, tindakan yang diambil terhadap pandemik Covid-19 di Kolombia telah memberikan hasil yang memuaskan berkat tindakan tepat waktu dari pemerintah nasional. Dengan demikian, angka orang yang terinfeksi, dirawat di rumah sakit, dan meninggal di Kolombia lebih rendah dibandingkan dengan negara lain," sambung Dubes Juan Camilo.

Tidak berhenti sampai di situ, sejak awal pandemik Covid-19, Kolombia juga tidak memandang sebelah mata ancaman yang muncul. Karena itulah, pemerintah Kolombia memutuskan untuk berupaya meningkatkan kapasitas rumah sakit, menjamin perawatan yang memadai bagi semua orang terlepas dari kemampuan keuangan mereka.

"Untuk menjamin likuiditas keuangan di rumah sakit, Pemerintah Nasional kami mengkonfirmasi suntikan tambahan sumber daya keuangan ke sektor perawatan kesehatan sekitar 1,12 miliar juta dolar AS. Sumber daya ini juga memastikan pengobatan dan prosedur tambahan untuk pasien di Kolombia," tegasnya.

Dengan sumber daya keuangan yang lebih banyak dialihkan pada sektor kesehatan, tidak heran jika Kolombia mampu melipatgandakan unit perawatan intensif di seluruh negeri demi menambah kapasitas penanganan pasien.

"Dalam hal unit perawatan intensif per 100 ribu penduduk, Kolombia memiliki 17 per 100 ribu penduduk. Jumlah ini melampaui negara-negara lainnya di dunia seperti Inggris (dengan 7 unit perawatan intensif per 100 ribu penduduk), Prancis (dengan 7 unit perawatan intensif per 100 ribu penduduk), Italia (dengan 8 unit perawatan intensif per 100 ribu penduduk), dan Spanyol (dengan 9 unit perawatan intensif per 100 ribu penduduk)," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya