Berita

Presiden Jokowi bersama Susilo Bambang Yudhoyono/Net

Politik

Tjahjo Kumolo Klaim Pemerintahan Jokowi Lebih Baik Ketimbang SBY, Demokrat: Tidak Baiklah Membandingkan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 | 14:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Pemerdayaan Aparatur negara dan Reformasi briokrasi (MenpanRB) Tjahjo Kumolo secara terang-terangan membandingkan pemerintahan Jokowi dengan SBY.

Hasilnya, pemerintahan Jokowi diklaim lebih efektif dan lebih baik dalam sisi manajerial dibandingkan pemerintahan SBY.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Partai Demokrat, Herman Khaeron menyampaikan keberhasilan kepemimpinan SBY tidak terlepas dari pemerintahan sebelumnya.


“Padahal, waktu Pak SBY berhasil membangun ekonomi paska terjadinya krisis ekonomi juga tidak terlepas dari pembangunan oleh presiden-presiden sebelumnya. Bahkan kita berterimakasih kepada para pendahulu kita, yang sudah memerdekakan bangsa kita. Mungkin tanpa ada kemerdekaan tidak ada presiden juga,” ujar Herman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/8).

Dengan kata lain, kata Herman, dia ingin menyampaikan kepada Tjahjo jejak sejarah kepemimpinan yang lalu tidak boleh dipandang sebelah mata apalagi membandingkan dengan kepemimpinan saat ini.

“Maksud saya, tidak baiklah membanding-bandingkan. Pasti ada kekurangan dan kelebihannya, kalau orang menilai bahwa di masa Pak SBY ekonomi stabil, pertumbuhan rata-rata enam persen. Situasi politik baik, demokrasi juga baik. Semestinya ini menjadi korektif, bahwa saat ini memang situasi ekonomi memang tidak baik. Bagaimana menuju ke sana,” ujarnya.

“Tapi, tidak harus dibentur-benturkan gitu lho. Tidak perlu seolah-olah terjadi kompetisi hasil, antar presiden bukan itu hakikatnya,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya