Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo/Net

Politik

Gaji Di Bawah 5 Juta Dapat Insentif, Komisi IX: Gimana Nasib Saudara Kita Yang Nganggur?

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 13:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebijakan pemerintah memberikan stimulus tambahan yang diberikan kepada pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta pada dasarnya patut diapresiasi untuk mendorong daya beli masyarakat.

Namun demikian, stimulus yang diambil dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu masih menyisakan pertanyaan, yakni mengenai nasib masyarakat yang tak memiliki pekerjaan.

Sebab menurut anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo, masih banyak pengangguran yang hingga kini belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah.


“Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan orang-orang atau saudara-saudara kita yang masih menganggur? Saudara-saudara kita yang belum bekerja, yang miskin? Yang miskin oke lah dapat Bansos dari masyarakat,” kata Rahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/8).

“Kalau ternyata mereka juga sudah mendapatkan atau teridentifikasi mendapatkan bantuan dari negara, itu akan lebih bijak lagi,” imbuhnya.

Stimulus tersebut dianggarkan sebesar Rp 32 triliun untuk diberikan kepada 13,6 juta pegawai swasta bergaji di bawah Rp 5 juta. Namun menurut politisi PDIP ini, anggaran tersebut akan lebih efektif jika digunakan untuk penguatan rakyat miskin dan para pegawai yang terkena PHK.

Rahmad juga bertanya-tanya apakah dana tersebut untuk pegawai formal atau termasuk informal seperti buruh. Jika hanya para pegawai informal, maka dikhawatirkan akan menimbulkan efek kecemburuan sosial.

“Saudara-saudara kita yang bekerja di informal kan begitu banyaknya.  Ada pegawai warteg yang jauh di bawah, boro-boro lima juta, di bawah tiga juta pun masih banyak. Ini harus kita pikirkan,” tegasnya.

Dia mengurai banyak masyarakat yang memiliki pekerjaan informal seperti pegawai restoran, rumah makan kecil, penjaga toko, pedagang kaki lima yang kesulitan dalam finansial dan gajinya jauh di bawah upah minimum yang ditetapkan.

“Saya kira itu boro-boro lima juta pasti di bawah tiga juta UMR gitu ya, jangan sampai menimbulkan kecemburuan,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya