Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Dikritik Partai Sendiri, Trump Pastikan Pilpres AS Tetap Digelar 3 November

SENIN, 03 AGUSTUS 2020 | 09:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) periode 2020-2024 akan tetap digelar pada 3 November 2020. Demikian kepastian yang disampaikan oleh Kepala Staf Gedung Putih, Mark Meadows pada Minggu (2/8).

"Kami akan mengadakan pemilihan pada 3 November dan presiden akan menang," ujar Meadows saat diwawancarai CBS seperti dikutip Reuters.

Penasihat kampanye kepresidenan, Jason Miller juga menggemakan pernyataan yang sama dengan Meadows.


"Pemilihan akan dilakukan pada 3 November. Presiden (Donald) Trump menginginkan pemilihan dilakukan pada 3 November," tekannya berulang.

Kepastian tersebut merupakan tanggapan dari kontroversi usulan Trump untuk menunda pemilihan.

Dalam sebuah cuitannya pada Kamis (30/7), Trump menyarankan untuk menunda pemilihan karena situasi wabah Covid-19 dan banyaknya kecurangan yang akan terjadi.

Namun usulan tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh Partai Demokrat dan partainya sendiri, Republik di Kongres. Bahkan mereka mengatakan Trump tidak memiliki wewenang untuk mengubah jadwal pemilihan.

Gubernur Republik Asa Hutchinson mengatakan kepada CNN pada Minggu bahwa pemilihan harus diadakan tepat waktu dan terserah negara untuk memastikan pemungutan suara dilaksanakan dengan benar.

"Ini tidak membantu bagi presiden untuk berpikir keras dalam mode publik dan mengungkapkan beberapa frustrasi," tambahnya.

Para kritikus sendiri enggan mengaitkan usulan penundaan pemilihan dari Trump untuk mengalihkan publik dari dampak Covid-19.

Selama ini, Trump mengaku tidak percaya dengan sistem pemungutan suara melalui surat. Menurutnya, hal tersebut dapat menciptakan kecurangan yang besar. Untuk itu, Meadows mengatakan, surat suara harus ditangani dengan benar.

Di tengah pandemik Covid-19, pemungutan suara melalui surat tampaknya akan melonjak secara signifikan. Otoritas pemilihan negara bagian juga bekerja untuk memastikan puluhan juta surat suara diterima para pemilih pada waktunya dan dikembalikan sesuai jadwal untuk dihitung.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya