Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Salahkan Media Israel Atas Aksi Unjuk Rasa Yang Memintanya Mundur, Netanyahu: Mirip Korea Utara

SENIN, 03 AGUSTUS 2020 | 08:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu membalas seruan para demonstran yang memintanya mundur. Ia menuduh para pengunjuk rasa menginjak-injak demokrasi karena telah terhasut oleh media.

Netanyahu, yang dilantik untuk masa jabatan kelima pada Mei lalu, sering mengeluhkan pemberitaan pers yang bias terhadapnya. Menurutnya, beberapa dakwaan yang dihadapinya dalam persidangan korupsi berkaitan dengan dugaan upaya untuk mencari liputan yang menguntungkan dari para baron media.

Ribuan demonstran berkumpul di depan rumah dinas Netanyahu di Yerusalem pada Sabtu (1/8) malam. Para demonstran juga memadati jalanan di pusat kota Yerusalem. Mereka memprotes dugaan korupsi dan krisis ekonomi akibat penguncian selama wabah virus corona.


Netanyahu membantah melakukan kesalahan dalam tiga kasus korupsi terhadapnya. Ia mengkritik protes massa dan media pada pertemuan kabinet mingguannya.

Netanyahu mengatakan, bahwa sementara demonstran menggambarkan kampanye mereka sebagai upaya untuk ‘melestarikan demokrasi Israel, saya melihatnya sebagai upaya untuk menginjak-injak demokrasi’, seperti dikutip dari CDE, Minggu (2/8).  

"Demonstrasi ini dipicu oleh mobilisasi media,” ujar Netanyahu. Ia menuduh pers Israel melakukan hal yang ‘mirip Korea’ dalam dugaan bias terhadapnya.

“Mereka tidak melaporkan demonstrasi, mereka berpartisipasi di dalamnya. Mereka mengompori,” kata Netanyahu.

Namun, Netanyahu yang tahun ini berusia 70, mengatakan tidak ada yang berusaha membatasi demonstrasi, di mana banyak dari demonstran adalah anak muda Israel.

Jajak pendapat menunjukkan popularitas Netanyahu mulai merosot.

Mitra koalisi utama Netanyahu, Menteri Pertahanan Benny Gantz dari Partai Biru Putih, pada pertemuan cabinet mengatakan, "Hak untuk memprotes adalah darah kehidupan demokrasi."

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya