Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan isyarat bahwa pihaknya siap untuk melarang TikTok di negeri Paman Sam/Net

Dunia

Gedung Putih Keluarkan Lampu Merah, Microsoft Dan ByteDance Stop Bahas TikTok

MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 22:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Negosiasi yang dilakukan antara dua raksasa teknologi dunia, yakni Microsoft dari Amerika Serikat dan ByteDance dari China mengenai aplikasi video pendek populer, TikTok, dilaporkan macet.

Hal itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru inimengumumkan bahwa dia berencana melarang TikTok di negeri Paman Sam.

Sebelumnya, Microsoft dan ByteDance, yang merupakan pemilik TikTok, berencana untuk melakukan negosiasi untuk mengendalikan operasi TikTok di Amerika Serikat.


Pihak ByteDance juga telah menyatakan rela menjual sahamnya di bagian bisnis Amerika Serikat ke Microsoft demi mempertahankan kehadiran TikTok di negara itu.

Di Amerika Serikat sendiri, diketahui ada sekitar 100 juta pengguna TikTok.

Menurut laporan sebelumnya, negosiasi tersebut juga mencakup kesediaan Microsoft untuk bertanggung jawab melindungi semua data pengguna Amerika Serikat.

Pada saat itu, seperti dikabarkan Wall Street Journal, kedua belah pihak percaya bahwa memberikan kepemilikan kepada perusahaan Amerika Serikat akan menyelamatkan TikTok dari pelarangan atau pemblokiran oleh pemerintah.

Namun pernyataan Trump pada Jumat (31/7) yang menyebut bahwa dia berencana melarang TikTok menjadi batu sandungan bagi negosiasi yang dilakukan oleh Microsoft dan ByteDance.

Menindaklanjuti sikap Trump tersebut, kedua perusahaan itu dikabarkan menghentikan sementara negosiasi dan berusaha untuk mendapatkan kejelasan tentang posisi Gedung Putih.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya