Berita

Kuasa Hukum PT. Bumigas Energi, Khresna Guntarto/Net

Hukum

Sidang Sengketa Dieng-Patuha, Kuasa Hukum Bumigas Energi: Kementerian ESDM Tidak Nyambung

MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 17:09 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Komisi Informasi Publik (KIP) menggelar sidang sengketa informasi terhadap pemohon PT Bumigas Energi dengan termohon Kementerian ESDM di Gedung KIP, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Kuasa Hukum PT. Bumigas Energi, Khresna Guntarto menyampaikan, dalam sidang pemohon telah membuktikan 36 bukti tertulis mengenai tidak disampaikannya IUP dan WKP PT. Geo Dipa Energi di Dieng dan Patuha oleh Termohon (Kementerian ESDM) sebagai informasi publik.

Sementara bukti yang disampaikan oleh termohon masih mengulang-ulang empat poin keterangan yang disampaikan sebelumnya. Empat poin tersebut tidak ada satu pun yang membuktikan tentang IUP dan WKP yang dimiliki oleh PT. Geo Dipa Energi.


"Jadi kami meminta IUP dan WKP yang dimiliki PT. Geo Dipa Energi. Namun, Kementerian ESDM malah menyampaikan kuasa pengusahaan Panas Bumi milik Pertamina, dll yang bukan merupakan IUP dan WKP Geo Dipa," kata Khresna melalui keterangan tertulisnya, Minggu (2/8).

"Jadi tidak nyambung apa yang diminta dengan yang diberikan. Seperti minta SIM tapi yang dikasih surat nikah," lanjutnya.

Managing Director PT Bumigas Energi sekaligus pelaku sejarah Agus dalam sidang kemarin menjelaskan awal mula kasus sengketa antara kerja sama proyek Bumigas dengan Geo Dipa dalam sidang di KIP.

"Tahun 2003-2006 saya menanyakan masalah WKP IUP kepada Geo Dipa. Saat kami tanda tangan surat kerja sama di tahun 2005 kami menanyakan WKP IUP. Geo menjawab WKP IUP itu sudah ada di kami, makanya kami tanda tangan kontrak," kata Agus yang memberi kesaksian.

Agus menyebut pihak investor dari Hongkong melalui Credit Swiss Group siap menggelontorkan 600 juta dolar AS. Namun investor meminta PT Bumigas Energi menunjukkan salinan WKP IUP untuk bukti agar proyek ini tidak dihentikan di tengah jalan.

"Kami menanyakan hal ini 15 kali melalui surat. Tapi PT Geo Dipa hanya menjawab 7 kali. Jadi bukti-bukti ini yang akan disampaikan bukti-bukti kami," terang Agus.

Dalam keterangan Agus, satu sisi PT Bumigas Energi tidak bisa melakukan pengeboran karena bertentangan dengan undang-undang panas bumi. Sisi lain, PT Geo Dipa Energi ingin proyek ini sesuai schedule. Akhirnya PT Bumigas Energi bersedia bekerja asal mengantongi jaminan oleh pihak konsesi yaitu Pertamina.

"Kenapa kami ngotot minta WKP dan IUP, karena ini permintaan dari investor kami yang sudah menggelontorkan dana tapi harus ada jaminan proyek ini tidak dihentikan," katanya.

Agus mengaku permintaan WKP IUP itu sebenarnya tidak ditolak oleh PT Geo Dipa Energi, tapi mengklaim sedang diproses.

"Permintaan yang ditolak terkait kami minta jaminan dari Pertamina agar proyek kami tidak dihentikan di tengah jalan," jelas Agus.

Selain itu, Agus menyinggung sebuah berita Kementerian ESDM menerbitkan bahwa WKP diterbitkan oleh Kementerian ESDM dan punya jangka waktu berlakunya. Dieng Patuha tidak punya WKP hanya 4 ijin yang dikatakan lawyer ESDM sebagai ijin yang berlaku seumur hidup yang mana bertentangan dengan UU Panas bumi 27/2003 ataupun 21/2014.

Karena izin pengusahaan panas bumi hanya ada berupa IUP atau KOB dengan Pertamina sampai habis masa berlakunya KOB tersebut.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya