Berita

Djoko Tjandra/Net

Publika

Djoko Atau Joki?

MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 06:05 WIB | OLEH: JOKO INTARTO

KABAR tertangkapnya Djoko Tjandra pekan lalu jadi gunjingan netizen. Gara-garanya sepele: Rambut alisnya saat ditangkap tampak lebat. Padahal, Djoko yang ‘asli’ beralis tipis. Jadi, ia Djoko atau Joki?

Gara-gara unggahan netizen di Facebook itu saya jadi penasaran. Segera saya cari koleksi foto Djoko Tjandra menggunakan bantuan Google search engine. Muncul beberapa foto yang dibuat 11 tahun lalu. Foto itu kemudian saya bandingkan dengan foto saat ditangkap polisi.

Dalam foto penangkapan, tampak seorang pria paruh baya berambut klimis. Menurut keterangan polisi, pria berbaju oranye dengan nomor dada 22 itu adalah Djoko Tjandra, buronan BLBI yang kabur 11 tahun silam.


Sebelum membaca unggahan di Facebook itu, boleh dibilang saya yakin 100 persen bahwa sosok dalam siaran televisi itu memang Djoko Tjandra. Gara-gara unggahan netizen, saya jadi tahu, alis Djoko Tjandra berbaju oranye memang lebih lebat dibanding alis Djoko Tjandra 11 tahun lalu.

Apakah Djoko Tjandra melakukan sulam alis untuk menyamarkan penampilannya? Prediksi itu masuk akal mengingat Djoko Tjandra sudah beberapa bulan terendus berada di Indonesia dan tidak tertangkap aparat hukum.

Malah bisa mengantongi surat jalan dari pejabat tinggi kepolisian sehingga Djoko Tjandra bisa bebas berkeliaran. Belakangan surat itu disebut surat palsu. Namun polisi yang menerbitkan dicopot dan terancam pidana.

Menurut artikel di ‘Halo Dokter’, sulam alis merupakan prosedur kosmetik untuk mengisi alis dengan menanamkan pigmen berwarna dengan tekstur menyerupai rambut asli mengikuti jalur pertumbuhan rambut. Tidak seperti tato alis yang menembus lapisan kulit dalam dan menciptakan hasil permanen, sulam alis hanya memengaruhi epidermis dan umumnya bisa bertahan hingga dua tahun dengan perawatan rutin.

Bila benar pria berbaju oranye itu adalah Djoko Tjandra, sulam alis sepertinya yang paling masuk akal. Saya agak ragu Djoko Tjandra melakukan upaya menumbuhkan rambut alis secara alami selama di persembunyian.

Teknik oles minyak kelapa, minyak zaitun, kuning telur, maupun serum memerlukan waktu yang sangat lama. Sementara sulam alis hanya 1-2 jam saja. Pembengkakan kulit pun akan hilang dalam beberapa jam. Paling lama sehari.

Apakah mungkin pria berbaju oranye itu bukan Djoko Tjandra? Rasanya tidak mungkin yang ditangkap Polis Diraja Malaysia itu joki alias Djoko Tjandra KW. Hasil identifikasi kemiripan citra wajah Djoko Tjandra antara wajah faktual dengan wajah di KTP-el mencapai 98,05 persen. Pada KTP-el, wajah Djoko Tjandra juga sudah beralis lebat.

Ngomong-ngomong tentang joki tersangka kasus, 9 tahun lalu memang pernah terjadi. Harian ‘Kompas’ edisi Rabu (8/6/2011) melaporkan tersangka kasus pencurian kayu di kawasan hutan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Madiun, Jawa Timur, Marjugo (40), mengaku menjadi joki kasus.

Ia diminta menggantikan posisi tersangka yang sebenarnya dengan imbalan uang tunai Rp 25 juta dan janji akan dibebaskan dari penjara.

Marjugo yang saat itu ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun, kepada wartawan, mengatakan bahwa sejatinya ia tidak tahu-menahu kasus yang ditimpakan. Warga Desa Kuwiran, Kecamatan Wungu, itu hanya diminta datang oleh oknum polisi anggota Polres Ponorogo bernama AR ke lokasi pertemuan di Ponorogo. Namun, hingga dirinya masuk bui, uang yang dijanjikan itu juga tidak pernah diterima.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya