Berita

Presiden Andrés Manuel López Obrador/Net

Dunia

Meksiko Catat Angka Kematian Tertinggi Ketiga, Presiden Obrador Akan Tetap Gelar Perayaan Hari Kemerdekaan Pada September

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 16:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Angka kematian karena Covid-19 di Meksiko melaju tinggi. Setiap harinya, terjadi ratusan penambahan angka kematian. Kini, negara di Amerika Utara itu menempati urutan ketiga dunia yang mencatat kematian tertinggi dengan jumlah lebih dari 46 ribu per Sabtu (1/8).

Pemerintah daerah di Meksiko sebelumnya mengatakan mereka percaya jumlah sebenarnya kasus infeksi kemungkinan lebih tinggi daripada yang dilaporkan, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (1/8).

Presiden Andrés Manuel López Obrador mengumumkan rencana bertahap untuk mencabut karantina wilayah yang telah dilakukan pada Mei lalu. Pencabutan dilakukan demi menjalankan lagi roda ekonomi. Namun, para kritikus mengatakan  Obrador terlalu lamban menerapkan tindakan karantina wilayah dan sekarang malah mencabutnya terlalu cepat.


Kurangnya respon terhadap wabah ini menjadi penyebab angka kematian yang tinggi.

Di ibu kota Meksiko City, ratusan ribu pekerja pabrik kembali bekerja pada pertengahan Juni. Beberapa bisnis yang tidak penting kemudian diizinkan untuk dibuka kembali pada awal Juli lalu.

Yang mengherankan, di tengah angka kasus yang menakutkan, Obrador, yang membuat marah beberapa ahli kesehatan karena menolak memakai masker di depan umum, mengatakan pada Jumat (31/7) bahwa Meksiko berencana menggelar perayaan Hari Kemerdekaan di Zocalo Square di ibu kota.

Acara yang akan diadakan pada 16 September itu adalah sebagai seruan bersejarah yang dikenal "El Grito". Obrador pada konferensi pers hariannya di Jumat pagi, mengatakan: "Menghadapi kesulitan, epidemik, banjir, gempa bumi, pemerintah yang buruk, kami selalu pergi keluar (untuk merayakan)," katanya.

Lopez Obrador menyalahkan organisasi-organisasi pers karena laporan kematian Meksiko naik secara global. Menurutnya, perhitungan yang adil adalah jumlah korban per kapita.

Virus corona bukan satu-satunya PR besar pemerintah Meksiko. Di tengah pandemik yang kian mengkhawatirkan, Meksiko juga memiliki pekerjaan berat lainnya, yaitu memerangi kartel narkoba yang tampaknya tidak terpengaruh wabah Covid-19.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya